HOME  ⁄  Ekonomi

PTPN Sesuaikan Jadwal Panen Kopi Akibat Anomali Iklim untuk Jaga Mutu dan Kinerja Tetap Positif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PTPN Sesuaikan Jadwal Panen Kopi Akibat Anomali Iklim untuk Jaga Mutu dan Kinerja Tetap Positif
Foto: (Sumber : Buah kopi merah matang menggantung di ranting tanaman di area perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo. ANTARA/HO-PTPN IV PalmCo..)

Pantau - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo menyesuaikan jadwal panen kopi akibat anomali iklim dengan curah hujan tinggi pada awal 2026 guna menjaga kualitas produksi sekaligus mempertahankan kinerja keuangan perusahaan.

Strategi Tunda Panen Demi Jaga Kualitas

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan tingginya curah hujan memengaruhi proses pematangan buah kopi sehingga perusahaan harus mengatur ulang ritme produksi.

"Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi kinerja keuangan segmen kopi di perusahaan kami untuk tetap mencatatkan hasil positif," ujarnya.

Ia menyebut perusahaan mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp3,43 miliar pada triwulan I 2026 meski panen raya ditunda untuk menjaga mutu biji kopi.

Penjualan bersih kopi juga meningkat signifikan dari Rp10,94 miliar pada triwulan I 2025 menjadi Rp21,78 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Tantangan Iklim dan Adaptasi Perkebunan

Jatmiko menjelaskan curah hujan tinggi menyebabkan berkurangnya intensitas sinar matahari yang dibutuhkan tanaman kopi untuk fotosintesis dan pematangan buah.

Kondisi tersebut membuat buah kopi berkembang lebih lambat di sejumlah wilayah operasional seperti Java Coffee Estate di lereng Dataran Ijen dan wilayah Jambi.

Manajer KSO Java Coffee Estate Hastudy Yunarko menegaskan panen tidak dapat dipaksakan sebelum buah mencapai kematangan optimal.

“Kalau panen dipaksakan saat buah belum matang sempurna, kualitas seduhan kopi akan turun. Itu berisiko terhadap standar mutu produk,” ujarnya.

Perusahaan memutuskan menggeser panen raya ke Mei 2026 untuk memberi waktu buah kopi mencapai kematangan alami.

“Kami memilih menunggu agar kualitas tetap terjaga saat produk masuk ke pasar,” katanya.

PTPN menilai langkah adaptif ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kuantitas produksi dan kualitas hasil di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Penulis :
Ahmad Yusuf