HOME  ⁄  Ekonomi

SPPA Resmi Jadi Platform Kuotasi Dealer Utama untuk Perdagangan Pasar Uang dan Valas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

SPPA Resmi Jadi Platform Kuotasi Dealer Utama untuk Perdagangan Pasar Uang dan Valas
Foto: (Sumber : Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU)

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia menyatakan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif atau SPPA resmi digunakan dealer utama pasar uang dan valuta asing sebagai platform penyampaian kewajiban kuotasi repo di pasar sekunder per 1 April 2026.

SPPA Perkuat Likuiditas dan Transparansi Pasar

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan penggunaan SPPA menjadi milestone penting dalam pengembangan ekosistem perdagangan pasar uang dan valuta asing di Indonesia.

"Penggunaan SPPA sebagai platform resmi untuk menyampaikan kewajiban kuotasi repo di pasar sekunder menunjukkan bahwa SPPA dapat menjadi platform yang efisien bagi para dealer utama PUVA, baik untuk meningkatkan likuiditas maupun mencapai price discovery yang lebih baik di pasar sekunder,” ujarnya.

Ia mengungkapkan SPPA membuat perdagangan repo semakin inklusif, memperkuat price discovery, dan meningkatkan efisiensi proses post trade.

Jeffrey menambahkan bahwa BEI akan terus berkolaborasi dengan regulator, asosiasi, dan pelaku pasar untuk memperdalam pasar keuangan nasional.

"Kami akan terus berkolaborasi dengan regulator, asosiasi, dan pelaku pasar untuk mewujudkan ekosistem pasar keuangan Indonesia yang lebih baik, meningkatkan likuiditas serta mendorong pendalaman pasar keuangan Indonesia," kata Jeffrey.

Kinerja Transaksi Repo Terus Meningkat

BEI mencatat capaian ini diraih setelah SPPA memperoleh persetujuan izin operasional sebagai penyedia electronic trading platform antarpasar dari Bank Indonesia pada 28 November 2025.

Dengan status tersebut, SPPA menjadi satu-satunya platform perdagangan di Indonesia yang dapat melayani kewajiban kuotasi dealer utama PUVA untuk transaksi repo, kuotasi dealer utama surat utang negara, dan kuotasi dealer utama surat berharga syariah negara.

Jeffrey mengatakan fitur repo di SPPA mulai diperkenalkan kepada pelaku pasar sejak Maret 2025 dan mendapat respons positif.

"Fitur Repo pada SPPA mulai diperkenalkan kepada para pelaku pasar sejak Maret 2025 dan telah mendapatkan respons positif," ungkapnya.

BEI mencatat nilai transaksi repo di SPPA sepanjang 2025 mencapai Rp751,6 triliun atau setara 27 persen dari pangsa pasar interdealer.

Hingga kuartal I 2026, total nilai transaksi repo di SPPA kembali mencapai Rp215 triliun atau setara pangsa pasar interdealer sebesar 36 persen.

Dari 21 dealer utama PUVA yang ditunjuk Bank Indonesia, sebanyak 13 dealer telah menjadi pengguna jasa SPPA dan aktif melakukan transaksi repo surat utang.

"Dengan likuiditas yang semakin dalam serta transparansi harga yang lebih baik, SPPA diharapkan semakin meningkatkan efisiensi pasar baik bagi perbankan dan juga mempermudah proses monitoring bagi regulator," ujar Jeffrey.

Penulis :
Ahmad Yusuf