HOME  ⁄  Ekonomi

Realisasi Belanja Nasional Tembus Rp184,02 Triliun, Lampaui Target Triwulan I 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Realisasi Belanja Nasional Tembus Rp184,02 Triliun, Lampaui Target Triwulan I 2026
Foto: (Sumber: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (ANTARA/HO-Kemendag).)

Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan realisasi Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 mencapai Rp184,02 triliun atau melampaui target sebesar Rp172,38 triliun.

Budi Santoso mengatakan, "Secara keseluruhan, realisasi Program Belanja Nasional Triwulan I Tahun 2026 tercatat mencapai Rp184,02 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp172,38 triliun,".

Ia menyebut capaian ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong konsumsi masyarakat.

Program tersebut terdiri dari dua kegiatan utama yakni Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja Lebaran.

Program Friday Mubarak mencatat transaksi Rp129,12 triliun atau 8,5 persen di atas target dengan melibatkan sekitar 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat perbelanjaan, dan 13.450 pasar rakyat.

Sementara program Belanja di Indonesia Aja Lebaran mencatat transaksi Rp54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target dengan partisipasi sekitar 800 merek, 80.000 gerai ritel, dan 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi.

Program ini berlangsung pada Februari hingga Maret 2026 dan menjadi fondasi untuk menjaga konsumsi domestik sepanjang tahun.

Budi menyampaikan, "Capaian pada Triwulan I menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan konsumsi domestik sepanjang tahun 2026,".

Kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan meningkat hingga 12 persen selama Ramadan dan Lebaran.

Konsumsi didominasi oleh sektor makanan, minuman, dan hiburan.

Pemerintah optimistis tren pertumbuhan kunjungan akan tetap meningkat di atas 10 persen secara tahunan.

Kolaborasi dengan ritel modern, pusat perbelanjaan, dan UMKM akan terus didorong untuk memperkuat daya beli masyarakat.

Capaian ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang ditopang oleh konsumsi domestik.

Penulis :
Gerry Eka