HOME  ⁄  Ekonomi

Timah Karya Perkuat Kawasan Hijau Terintegrasi, Dorong Hunian Berkelanjutan di Bekasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Timah Karya Perkuat Kawasan Hijau Terintegrasi, Dorong Hunian Berkelanjutan di Bekasi
Foto: (Sumber : Kegiatan penanaman pohon oleh PT Timah Karya Persada Properti di Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/HO-MIND ID).)

Pantau - PT Timah Karya Persada Properti memperkuat pengembangan kawasan hijau terintegrasi melalui berbagai inisiatif berkelanjutan, termasuk penanaman 100 pohon trembesi di kawasan hunian yang dikembangkan di Bekasi, Jawa Barat.

Direktur PT Timah Karya Persada Properti Candra Hadiqadriman mengatakan, “Merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menciptakan kawasan hunian yang berkelanjutan."

Komitmen Lingkungan dan Konsep Green Living

Candra menjelaskan penanaman pohon trembesi dipilih karena kemampuannya menyerap karbon dioksida serta menciptakan lingkungan yang teduh dan nyaman.

Staf Ahli Direksi Iriyanto menambahkan, “Kami memastikan bahwa setiap pengembangan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada aspek estetika dan kenyamanan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.”

Kepala Divisi Pemasaran dan Promosi Suhendra Sanusi menyebut konsep green living kini menjadi faktor penting dalam keputusan masyarakat memilih hunian.

Perusahaan mengembangkan kawasan Familia Urban sebagai kota mandiri dengan konsep ramah lingkungan yang mendorong aktivitas berjalan kaki di ruang terbuka hijau.

Dukungan Kebijakan Ekonomi Hijau Nasional

Sejalan dengan itu, Kementerian PPN/Bappenas menegaskan ekonomi hijau kini menjadi inti strategi pembangunan nasional.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Leonardo A.A. Teguh Sambodo mengatakan, “Pemerintah menggeser paradigma pembangunan dengan melihat ekonomi hijau sebagai jantung dari perencanaan nasional.”

Ia mengungkapkan tanpa mitigasi yang memadai, kerugian ekonomi akibat perubahan iklim dapat mencapai hampir Rp500 triliun pada 2025 dan berpotensi melampaui Rp2.000 triliun pada 2029.

Penguatan kawasan hijau terintegrasi dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan