
Pantau - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa komitmen investasi dari Jepang dan Korea Selatan mencapai sekitar Rp570 triliun dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).
Komitmen Investasi dan Tren Positif
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa laporan tersebut menjadi bagian dari perkembangan investasi yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor strategis.
Ia mengatakan, "Presiden juga menerima laporan mengenai perkembangan komitmen investasi dari Jepang dan Korea Selatan yang mencapai sekitar Rp570 triliun."
Pemerintah terus mendorong percepatan realisasi investasi guna memperkuat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah melalui program hilirisasi.
Realisasi Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga melaporkan realisasi investasi kuartal I 2026 sebesar Rp498,79 triliun atau melampaui target Rp497 triliun.
Ia menjelaskan, "Itu adalah peningkatan 7,22 persen year-on-year dan itu juga, penyerapan terhadap tenaga kerja Indonesia-nya mencapai 706.569 atau 18,93 persen untuk year-on-year-nya."
Rosan menambahkan komposisi investasi antara penanaman modal dalam negeri dan asing relatif seimbang, dengan masing-masing sekitar 50 persen.
Ia juga merinci lima negara asal investasi terbesar yakni Singapura, Hong Kong, China, Amerika Serikat, dan Jepang, serta sektor dominan seperti industri logam, pertambangan, transportasi, dan telekomunikasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








