HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.156 per Dolar AS, Dibayangi Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.156 per Dolar AS, Dibayangi Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Foto: (Sumber : Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa..)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada Rabu (22/4/2026) pagi melemah 13 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.156 per dolar AS akibat sentimen global terkait potensi negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang masih dibayangi ketidakpastian.

Sentimen Global Tekan Pergerakan Rupiah

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan optimisme pasar sempat meningkat setelah adanya rencana lanjutan negosiasi damai antara AS dan Iran di Pakistan.

Ia mengatakan, “Optimisme terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah meningkat pada sesi Asia, menyusul laporan bahwa Wakil Presiden AS (JD Vance) berencana melanjutkan negosiasi di Pakistan.”

Namun, ia menambahkan bahwa penguatan rupiah terpangkas karena ketidakpastian proses negosiasi yang masih berlangsung.

Rencana perundingan putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 di Islamabad, namun keberangkatan delegasi Iran belum terealisasi, bahkan JD Vance dilaporkan membatalkan kunjungannya ke Pakistan.

Data Ekonomi AS dan Proyeksi BI Jadi Faktor Tambahan

Dari sisi lain, data penjualan ritel Amerika Serikat pada Maret 2026 tercatat tumbuh 1,7 persen secara month on month, melampaui ekspektasi pasar sebesar 1,4 persen.

Josua menyebut kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.

Ia memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, rupiah diprediksi bergerak dalam kisaran Rp17.125 hingga Rp17.225 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Penulis :
Aditya Yohan