HOME  ⁄  Ekonomi

Hilirisasi Tahap II Resmi Dimulai, Rosan Roeslani Tegaskan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Hilirisasi Tahap II Resmi Dimulai, Rosan Roeslani Tegaskan Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Foto: Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani memberi keterangan pers usai acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di area Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu 29/4/2026 (sumber: ANTARA/Sumarwoto)

Pantau - Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan hilirisasi tahap II akan memperkuat ketahanan energi nasional dalam acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit IV Cilacap yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Groundbreaking Serentak di 13 Lokasi

Rosan mengungkapkan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari fase pertama yang dimulai pada 6 Februari 2026 dengan cakupan proyek yang lebih luas.

Ia menyampaikan, "Program ini merupakan fase kedua, di mana fase pertama telah dilaksanakan sebelumnya sebagai bagian dari mandat yang diberikan kepada kami".

Groundbreaking dilakukan secara serentak di 13 lokasi sebagai upaya percepatan pembangunan industri berbasis nilai tambah di berbagai sektor strategis.

Peresmian proyek dilakukan langsung oleh Presiden di sejumlah lokasi dan sebagian lainnya melalui konferensi video.

Fase kedua ini melanjutkan fase pertama yang mencakup 11 lokasi proyek dengan total 13 proyek baru yang terdiri dari lima sektor energi, lima sektor mineral, serta tiga sektor industri dan teknologi pendukung.

Seluruh proyek disebut telah melalui proses kajian dan perencanaan panjang agar dapat segera direalisasikan.

Target Kurangi Impor dan Ciptakan Lapangan Kerja

Program hilirisasi tahap II diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 600 ribu lapangan kerja baru di berbagai sektor industri.

Proyek yang dijalankan mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether sebagai alternatif pengganti LPG impor.

Rosan menegaskan, "Sekitar 80 persen kebutuhan LPG kita masih berasal dari impor. Dengan hilirisasi ini, kita ingin mengurangi ketergantungan tersebut".

Pemerintah menargetkan program ini mampu menekan impor hingga sekitar 3,4 miliar dolar AS per tahun sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Proyek hilirisasi ini melibatkan berbagai BUMN seperti Pertamina, MIND ID, dan Krakatau Steel dalam skema kolaborasi lintas sektor.

Rosan mengatakan, "Ini merupakan kolaborasi bersama antar-BUMN, dan kami mendorong percepatan dari proyek-proyek yang sebelumnya sudah direncanakan".

Pemerintah juga menyiapkan fase ketiga hilirisasi dengan sekitar enam proyek tambahan yang diperkirakan bernilai investasi hingga 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp170 triliun.

Ia menambahkan, "Ke depan kita juga akan dorong sektor seperti agrikultur, perikanan, termasuk komoditas seperti tilapia dan rumput laut".

Seluruh program hilirisasi dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik dan perencanaan matang guna memastikan implementasi berjalan optimal.

Pemerintah optimistis hilirisasi akan menjadi pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi, mengurangi impor, serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Penulis :
Leon Weldrick