
Pantau - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) mengoptimalkan operasional pelabuhan di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran logistik nasional sebagai bagian dari Pelindo Group dan anak usaha PT Pelindo Multi Terminal.
Penguatan Operasional dan Transformasi Digital
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha sekaligus Plt Direktur Operasi PTP, Dwi Rahmat Toto, menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat perannya sebagai operator terminal multipurpose.
"Kami terus memperkuat peran sebagai operator terminal multipurpose dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional," ungkapnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan layanan, transformasi digital, dan peningkatan kinerja operasional di berbagai lini.
PTP diketahui merupakan operator terminal multipurpose pertama di Indonesia dengan layanan yang mencakup berbagai jenis kargo.
Operasional perusahaan saat ini tersebar di 11 cabang pelabuhan yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok nasional.
Transformasi digital dijalankan melalui sistem Pelindo Terminal Operating System Multipurpose yang terintegrasi secara end-to-end.
Sistem ini mengintegrasikan proses perencanaan, operasional, hingga pembayaran yang terhubung dengan perbankan dan kepabeanan.
"PTP Nonpetikemas terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. Transformasi digital dan penguatan operasional menjadi kunci dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional," ujar Dwi.
Kinerja Triwulan I 2026 dan Proyek Strategis
Pada Triwulan I 2026, PTP mencatat total throughput mencapai 12,84 juta ton.
Komposisi kargo tersebut terdiri dari curah kering sebesar 46 persen, curah cair 25 persen, general cargo 24 persen, dan bag cargo 5 persen.
Curah cair tercatat mencapai 3,09 juta ton atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Curah kering menjadi tulang punggung operasional dengan capaian 5,76 juta ton.
Sementara itu, general cargo tercatat sebesar 2,92 juta ton dan bag cargo mencapai 656 ribu ton.
Cabang Tanjung Priok menjadi kontributor utama pada segmen general cargo.
Cabang Teluk Bayur unggul pada segmen curah cair, sedangkan Cabang Bengkulu mencatat kinerja menonjol pada curah kering.
PTP juga mengembangkan proyek strategis Terminal Kijing di Kalimantan Barat sebagai pusat logistik internasional.
Selain itu, perusahaan memperluas layanan shorebase di Lhokseumawe, Tanjung Priok, Cirebon, dan Banyuwangi untuk mendukung industri minyak dan gas dengan fasilitas berstandar internasional.
Inovasi teknologi seperti portable drop tank diterapkan untuk meningkatkan efisiensi proses bongkar muat.
PTP turut menjalankan inisiatif ESG melalui elektrifikasi alat dan penggunaan energi yang lebih efisien.
Perusahaan juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta menjalankan program tanggung jawab sosial.
PTP optimistis dapat memperkuat peran sebagai mitra logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
- Penulis :
- Arian Mesa





