HOME  ⁄  Nasional

Digitalisasi Bansos Dipercepat, Kemensos Bentuk Tim Lintas Sektor untuk Perbaiki Akurasi Data

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Digitalisasi Bansos Dipercepat, Kemensos Bentuk Tim Lintas Sektor untuk Perbaiki Akurasi Data
Foto: Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico memberikan penjelasan terkait digitalisasi bantuan sosial (Bansos) dalam Rapat Penguatan Pemanfaatan Data Lintas Sektor di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Senin 27/4/2026 (sumber: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pantau - Kementerian Sosial membentuk tim lintas sektor guna mempercepat digitalisasi bantuan sosial agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran di seluruh Indonesia.

Program ini diuji coba di 42 kabupaten dan kota sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem distribusi bantuan yang selama ini terkendala data.

Robben Rico menekankan pentingnya kerja terpusat antarinstansi untuk mempercepat proses konsolidasi data dan pengambilan keputusan.

Ia mengungkapkan, "Ini menjadi bagian dari upaya kami menjawab persoalan data agar bansos benar-benar tepat sasaran. Harus langsung dikumpulkan, dikonsolidasikan, dan dieksekusi. Kami siap menyiapkan tempat supaya tim bisa bekerja tiap hari dalam satu lokasi."

Kendala Data dan Target Digitalisasi

Digitalisasi bantuan sosial saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Namun, kendala utama masih terletak pada kualitas dan kelengkapan data lintas sektor yang belum sepenuhnya sinkron antar kementerian dan lembaga.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penguatan integrasi data agar penyaluran bantuan seperti Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai dapat lebih akurat.

Pengawasan dan Komitmen Pemerintah

Pemerintah juga mengusulkan keterlibatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk memastikan akuntabilitas sejak tahap awal pelaksanaan program.

Robben Rico menegaskan, "Kita ingin dari awal ini dikawal, supaya hasil akhirnya benar-benar bersih dan bisa dipertanggungjawabkan."

Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan komitmennya untuk memantau langsung pelaksanaan tim lintas sektor sejak hari pertama.

Data Dewan Ekonomi Nasional mencatat terdapat 197 program bantuan dan subsidi yang tersebar di 38 kementerian dan lembaga, menunjukkan potensi besar dalam perluasan digitalisasi.

Pertemuan lintas sektor tersebut juga menghasilkan penandatanganan kesepakatan penguatan data antarinstansi guna mendukung kelancaran uji coba di berbagai daerah.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital dalam sistem perlindungan sosial Indonesia secara menyeluruh.

Penulis :
Arian Mesa