HOME  ⁄  Ekonomi

ANTAM Bukukan Laba Rp3,66 Triliun pada Kuartal I 2026 di Tengah Tekanan Global

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

ANTAM Bukukan Laba Rp3,66 Triliun pada Kuartal I 2026 di Tengah Tekanan Global
Foto: Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto dalam peluncuran emas ANTAM tematik Imlek di Jakarta, Senin 12/1/2026 (sumber: ANTAM)

Pantau - PT ANTAM (Persero) Tbk mencatat lonjakan laba bersih sebesar Rp3,66 triliun pada kuartal I 2026 atau meningkat 58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,32 triliun.

Kinerja positif ini disampaikan Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto yang menegaskan capaian tersebut diraih di tengah tekanan global.

Ia menyatakan, "capaian ini diraih di tengah tantangan global, termasuk fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia".

Kinerja Keuangan Tumbuh Signifikan

Perusahaan mencatat EBITDA tumbuh 55 persen menjadi Rp5,05 triliun.

Laba kotor meningkat 54 persen menjadi Rp5,62 triliun.

Laba usaha tercatat mencapai Rp4,50 triliun atau naik 67 persen.

Penghasilan lain-lain meningkat 15 persen menjadi Rp279,60 miliar.

Laba bersih per saham turut naik 60 persen menjadi Rp141,77.

Total aset ANTAM meningkat 31 persen menjadi Rp63,30 triliun.

Ekuitas perusahaan tumbuh 17 persen menjadi Rp40,41 triliun.

Posisi kas dan setara kas naik 31 persen menjadi Rp9,04 triliun.

Penjualan bersih mencapai Rp29,32 triliun atau meningkat 12 persen dengan kontribusi domestik sebesar 97 persen.

Kontribusi Segmen dan Penguatan Operasional

Untung menyatakan, "Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham".

Segmen emas menjadi kontributor terbesar dengan porsi 81 persen atau Rp23,89 triliun dan volume penjualan mencapai 8.464 kilogram.

ANTAM juga menandatangani perjanjian Gold Sales and Purchase Agreement dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026.

Segmen nikel menyumbang 15 persen atau Rp4,47 triliun dengan produksi bijih nikel 3,88 juta wmt dan penjualan 3,40 juta wmt.

Produksi feronikel tercatat 3.976 TNi dengan penjualan ekspor sebesar 2.803 TNi.

Segmen bauksit dan alumina berkontribusi 3 persen atau Rp879,14 miliar dengan produksi bauksit 628.785 wmt dan alumina 49.566 ton.

Penjualan bauksit tercatat 593.476 wmt dan alumina sebesar 49.072 ton.

Operasional perusahaan turut diperkuat dengan mulai beroperasinya pabrik smelter grade alumina.

Penulis :
Shila Glorya