
Pantau - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten menyiapkan program unggulan pelatihan tenaga kerja berbasis kebutuhan industri melalui Balai Latihan Kerja (BLK) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja.
Pelatihan Disesuaikan Kebutuhan Industri
Kepala Disnakertrans Banten Septo Kalnadi menyatakan program pelatihan terus ditingkatkan agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
"Salah satu program yang terus kita tingkatkan yakni pelatihan-pelatihan. Ini disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.
Ia menjelaskan pada 2026 pihaknya membuka kuota sekitar 600 peserta pelatihan tingkat provinsi yang terbagi dalam tiga gelombang, masing-masing 200 orang.
Sebanyak 13 kejuruan disiapkan dalam program ini, di antaranya teknik mesin CNC, las, listrik, otomotif, teknologi informasi, menjahit, hingga tata rias.
Fokus Serapan Tenaga Kerja dan Perlindungan
Sekretaris Daerah Banten Deden Apriandhi menekankan dua indikator utama yang harus dicapai, yakni peningkatan serapan tenaga kerja terlatih dan perlindungan tenaga kerja sesuai ketentuan.
"Ada dua indikator utama yang harus dicapai Disnakertrans, yaitu meningkatkan serapan tenaga kerja terlatih di pasar kerja baik di dalam maupun luar negeri, dan meningkatkan perlindungan tenaga kerja sesuai norma yang berlaku," kata Deden.
Ia menambahkan pentingnya konsep link and match antara pendidikan dan industri agar lulusan siap terserap pasar kerja.
“Penyesuaian dengan kebutuhan lapangan kerja itu penting. Link and match antara sekolah-sekolah dengan perusahaan harus berjalan agar lulusan siap terserap,” ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari penyusunan kebijakan pembangunan daerah menuju 2027 dengan menekankan sinergi lintas sektor serta optimalisasi peluang investasi untuk membuka lapangan kerja baru di Provinsi Banten.
- Penulis :
- Aditya Yohan





