HOME  ⁄  Ekonomi

BPS Ungkap Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi April 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPS Ungkap Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi April 2026
Foto: (Sumber: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan rilis Berita Resmi Statistik Edisi Mei 2026 di Jakarta, Senin (4/5/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman..)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2026 sebesar 0,13 persen secara bulanan dengan sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar.

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilis resmi di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,99 persen dan memberikan andil 0,12 persen terhadap total inflasi.

“Komoditi yang dominan mendorong inflasi pada Kelompok Transportasi, yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen serta juga bensin dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” ujarnya.

Tarif Pesawat dan BBM Picu Kenaikan

BPS mencatat tarif angkutan udara mengalami lonjakan inflasi hingga 15,25 persen secara bulanan.

Sementara itu, bensin mencatat inflasi sebesar 0,34 persen.

Kenaikan ini dipengaruhi meningkatnya harga avtur dan sejumlah BBM nonsubsidi.

Namun, tarif angkutan antarkota justru mengalami deflasi sebesar 10,01 persen dan menahan laju inflasi.

Komoditas Lain dan Tren Deflasi

Selain transportasi, kelompok makanan dan restoran juga menyumbang inflasi dengan kenaikan 0,69 persen.

Komoditas seperti minyak goreng, tomat, beras, dan nasi dengan lauk turut memberikan andil inflasi.

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami deflasi seperti daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam.

“Lalu, cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,06 persen dan juga 0,04 persen,” kata Ateng.

BPS mencatat kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 pada April 2026.

Meski terjadi inflasi, angkanya lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,41 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti