
Pantau - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (5/5), untuk membahas peluang pemberian insentif kendaraan listrik guna memperkuat industri nasional dan melindungi tenaga kerja.
Insentif Kendaraan Listrik Jadi Strategi Industri
Agus menyatakan insentif kendaraan listrik semakin relevan karena tidak hanya mendukung pengurangan emisi, tetapi juga menekan konsumsi bahan bakar minyak serta beban subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak global.
“Insentif atau stimulus itu memang dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindungi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan kendaraan listrik kini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya tahan industri manufaktur nasional di tengah ketidakpastian global.
Kewenangan dan Arah Kebijakan Pemerintah
Agus menegaskan bahwa penentuan skema dan waktu pemberian insentif merupakan kewenangan Kementerian Keuangan.
“Soal kapan kendaraan listrik mau diberikan insentif, bagaimana bentuk insentifnya, skemanya seperti apa, mungkin bisa dibicarakan langsung dengan Menteri Keuangan,” ujarnya.
Selain itu, kedua menteri juga membahas upaya peningkatan ekspor manufaktur, mengingat sekitar 75 hingga 80 persen ekspor nasional berasal dari sektor tersebut, meski sebagian besar produksi masih terserap di pasar domestik.
Pemerintah berupaya meningkatkan porsi ekspor tanpa mengabaikan perlindungan pasar dalam negeri sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





