
Pantau - Kementerian Koperasi menargetkan peresmian sekitar 30.000 gedung Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih yang siap beroperasi pada Juli hingga Agustus 2026 sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa dan kelurahan di Indonesia.
Fase Program Koperasi Merah Putih
Program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih diketahui berjalan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari fase kelembagaan hingga fase pembangunan dan operasional yang saat ini sedang berlangsung pada tahun 2026.
Pada fase kelembagaan yang telah selesai, tercatat lebih dari 80.000 koperasi Merah Putih telah terbentuk dari sisi badan hukum dan struktur organisasi di berbagai daerah di Indonesia.
Hingga saat ini sekitar 7.000 bangunan koperasi Merah Putih telah dinyatakan 100 persen siap beroperasi sebagai bagian dari tahap awal penguatan layanan ekonomi berbasis koperasi di tingkat lokal.
Tantangan Infrastruktur dan Digitalisasi
Pengembangan koperasi Merah Putih menghadapi tantangan utama berupa pemerataan infrastruktur seperti ketersediaan listrik dan jaringan internet di sejumlah wilayah.
Selain itu, tingkat Indeks Masyarakat Digital atau IMDI yang belum merata turut menjadi hambatan dalam proses digitalisasi koperasi di berbagai daerah.
Pemerintah juga menghadapi tantangan penyediaan lahan dengan kebutuhan ideal minimal 1.000 meter persegi untuk pembangunan gedung berukuran 20 x 30 meter serta menyiapkan desain alternatif bagi lahan yang lebih kecil.
Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dan kelurahan melalui koperasi yang lebih modern, terintegrasi, dan beroperasi secara digital di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa





