
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan upah Rp2 juta per bulan kepada petani di kaki Gunung Gede-Pangrango, Kabupaten Cianjur, untuk mendorong penanaman pohon guna mencegah bencana banjir dan longsor.
Program tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai langkah mengembalikan fungsi alam di kawasan dataran tinggi yang mulai mengalami kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan.
Petani Diminta Beralih Tanam Pohon Keras
Dedi Mulyadi mengatakan banjir seharusnya tidak terjadi di kawasan dataran tinggi seperti Cianjur.
Namun, sejumlah wilayah di kawasan Puncak-Cipanas justru mengalami longsor dan banjir akibat perubahan fungsi hutan menjadi perkebunan sayur.
Menurut Dedi, kondisi tersebut membuat air hujan tidak terserap dengan baik sehingga menyebabkan banjir hingga merendam rumah warga.
“Banjir itu seharusnya tidak terjadi di daerah dataran tinggi seperti Cianjur,” ungkap Dedi Mulyadi.
Pemprov Jawa Barat meminta para petani sayur mulai beralih secara bertahap menanam pohon keras untuk memulihkan daya serap tanah.
Sebagai dukungan, pemerintah akan memberikan upah Rp2 juta per bulan kepada setiap petani hingga pohon yang ditanam tumbuh besar.
Dalam pelaksanaannya, setiap petani akan mengelola lahan seluas satu hingga dua hektare.
RTRW Baru Disiapkan untuk Selaraskan Tata Ruang
Dedi menyebut program serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah wilayah lain di Jawa Barat.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan meminimalkan risiko longsor maupun banjir.
“Ancaman terbesar saat ini adalah ketidakharmonisan manusia dengan alam,” ujar Dedi.
Menurutnya, ketidakseimbangan alam menjadi pemicu berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah termasuk Cianjur.
Pemprov Jawa Barat juga telah menetapkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah atau RTRW provinsi yang baru.
RTRW tersebut disebut telah disepakati dan dikonsultasikan dengan Kementerian ATR.
Seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat diminta menyesuaikan kebijakan tata ruang dengan RTRW provinsi agar tercipta keselarasan pembangunan dan perlindungan lingkungan.
Dedi menambahkan, jika kondisi alam tetap terjaga maka masyarakat yang tinggal di kawasan kaki gunung dapat hidup lebih aman dan nyaman.
- Penulis :
- Arian Mesa





