
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengungkap pencurian perangkat sinyal perkeretaapian terjadi di tiga titik jalur Commuter Line lintas Daru-Parung Panjang, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (8/5) dini hari.
Akibat aksi pencurian tersebut, sistem pendeteksi perjalanan kereta di jalur hulu dan hilir mengalami gangguan sehingga sejumlah perjalanan Commuter Line sempat terlambat.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ditemukan adanya pencurian kabel counting head axle counter oleh orang tidak dikenal di Km 50+5/6 pada lintas Daru–Parungpanjang,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam keterangannya di Tangerang, Jumat.
Enam Zona Perangkat Terdampak
Franoto menjelaskan laporan awal diterima sekitar pukul 01.38 WIB dari PPKA Stasiun Daru terkait gangguan pada sejumlah track circuit di jalur hulu maupun hilir.
Setelah dilakukan penelusuran, petugas menemukan tiga titik lokasi pencurian dengan total enam zona perangkat axle counter terdampak.
Perangkat tersebut merupakan bagian penting dalam sistem keselamatan perjalanan kereta karena berfungsi mendeteksi keberadaan rangkaian kereta di jalur rel.
KAI Daop 1 kemudian menerjunkan tim teknis untuk melakukan perbaikan dan penggantian perangkat yang hilang.
“KAI Daop 1 segera melakukan perbaikan dengan menerjunkan tim teknis untuk melakukan perbaikan serta penggantian perangkat yang hilang,” kata Franoto.
Delapan Perjalanan Kereta Sempat Terlambat
Franoto mengatakan seluruh gangguan berhasil dinormalisasi kembali pada pukul 07.05 WIB setelah dilakukan penggantian counting head.
Akibat insiden tersebut, delapan perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan dengan total akumulasi keterlambatan mencapai 28 menit.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta akibat aksi vandalisme ini. Petugas kami bergerak cepat melakukan penanganan agar operasional dapat kembali normal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” ungkapnya.
KAI Daop 1 juga mengimbau masyarakat segera melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel dan fasilitas perkeretaapian kepada petugas maupun aparat setempat.
Menurut Franoto, dukungan masyarakat diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan operasional kereta api.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti





