HOME  ⁄  Nasional

KAI Tegaskan Disiplin Tinggi Jadi Kunci Operasional Kereta Api Layani Jutaan Penumpang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KAI Tegaskan Disiplin Tinggi Jadi Kunci Operasional Kereta Api Layani Jutaan Penumpang
Foto: (Sumber: Operasional Kereta Api Menuntut Disiplin Tinggi untuk Melayani Jutaan Pelanggan Setiap Hari.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan operasional kereta api membutuhkan disiplin tinggi dan kompetensi sumber daya manusia untuk melayani jutaan pelanggan setiap hari secara aman dan tepat waktu.

Ribuan Pekerja Bersertifikasi Jaga Operasional Kereta Api

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan operasional kereta api dijalankan melalui koordinasi kompleks yang melibatkan berbagai bidang kerja mulai dari awak sarana, pengatur perjalanan kereta api, tenaga perawatan, hingga penjaga perlintasan.

“Kereta api merupakan moda transportasi yang memiliki sistem operasional sangat detail. Setiap petugas memegang peran penting dan seluruh proses harus berjalan presisi. Karena itu setiap Insan perkeretaapian wajib memiliki kompetensi, kesiapan, dan disiplin tinggi sebelum menjalankan tugas operasional,” ujar Anne.

KAI mencatat jumlah pekerja tersertifikasi terus meningkat dari lebih 14.150 pekerja pada 2022 menjadi 19.167 pekerja pada 2025.

Pada 2026, KAI menargetkan sebanyak 18.297 pekerja tersertifikasi di berbagai bidang operasional strategis.

Jumlah tersebut meliputi 4.129 Awak Sarana Perkeretaapian, 2.260 Pengatur Perjalanan Kereta Api, 1.542 Asisten PPKA, hingga ribuan tenaga pemeriksa dan perawatan sarana maupun prasarana.

Anne menjelaskan seluruh pekerja operasional wajib menjalani pendidikan, pelatihan, uji kompetensi, dan sertifikasi sebelum bertugas di lapangan.

Selain sertifikasi dari lembaga berwenang termasuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP, KAI juga rutin menggelar pelatihan, simulasi operasional, dan refreshment kompetensi bagi pekerja.

“Dalam operasional kereta api, keputusan yang diambil petugas harus cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Karena itu proses pembentukan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan agar setiap petugas siap menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan,” jelas Anne.

KAI Perkuat Keselamatan dan Mitigasi Risiko

KAI juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap sarana dan prasarana untuk memastikan operasional perjalanan tetap aman dan andal.

Pemeriksaan dilakukan pada jalur rel, wesel, sinyal, jembatan, sistem operasi, hingga kondisi sarana kereta api melalui inspeksi langsung di lapangan.

KAI turut memanfaatkan aplikasi Safety Railway Information atau SRI agar setiap pegawai dapat melaporkan potensi bahaya maupun kondisi tidak aman yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti untuk proses mitigasi dan pencegahan risiko operasional.

Selain tantangan internal, KAI juga menghadapi berbagai persoalan eksternal seperti ketidakdisiplinan di perlintasan sebidang, pelemparan kereta api, pencurian aset, bangunan liar di sekitar jalur, hingga faktor cuaca dan bencana alam.

Karena itu, KAI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, regulator, aparat kewilayahan, komunitas, dan masyarakat untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

“Setiap perjalanan kereta api yang berjalan aman sesungguhnya dijaga oleh banyak Insan yang bekerja penuh disiplin selama 24 jam. Keselamatan dibangun dari ketelitian, kepatuhan terhadap prosedur, kompetensi SDM, serta kolaborasi bersama stakeholder dan masyarakat dalam menjaga operasional perkeretaapian,” tutup Anne.

Penulis :
Ahmad Yusuf