HOME  ⁄  Ekonomi

Mentan Amran Salurkan Bantuan Rp10 Miliar untuk Korban Banjir di Sultra

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mentan Amran Salurkan Bantuan Rp10 Miliar untuk Korban Banjir di Sultra
Foto: (Sumber: Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi lokasi terdampak banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (12/5/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra.)

Pantau - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan pemerintah pusat senilai Rp10 miliar untuk masyarakat terdampak banjir di delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bantuan tersebut diberikan untuk korban banjir di Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Kolaka, dan Buton Utara yang terdampak bencana sejak Jumat (8/5).

Mentan Amran mengatakan pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan bencana banjir di Sultra.

“Pemerintah bergerak cepat atas perintah Bapak Presiden. Kami rapat tadi malam dengan Bapak Presiden, pantau seluruh Indonesia apa keluhan rakyat. Kami turun langsung dan pagi ini kami bawa solusi,” ungkap Amran saat meninjau lokasi banjir di Kendari, Selasa.

Bencana banjir tersebut mengakibatkan ribuan warga terdampak, ratusan hektare sawah terendam, hingga kerusakan sejumlah fasilitas umum.

Bantuan Beras hingga Alat Pertanian

Amran menjelaskan bantuan yang disalurkan meliputi 30 ton beras, 1,5 ton minyak goreng, benih padi untuk lahan seluas 2.000 hektare, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Bantuan benih diberikan khusus bagi petani yang sawahnya mengalami kerusakan akibat terendam banjir,” katanya.

Selain bantuan logistik, pemerintah pusat juga menyatakan siap mendukung program optimalisasi lahan (oplah) sawah di Sultra.

Amran menyebut pihaknya siap mengalokasikan tambahan bantuan hingga Rp30 miliar apabila usulan optimalisasi lahan segera diajukan pemerintah daerah.

“Ini Rp10 miliar khusus untuk Sultra. Kalau diurus suratnya, oplahnya, bisa Rp30 miliar untuk Sultra. Aku tunggu permohonannya,” ujar Amran.

Perbaikan Infrastruktur Pertanian Dipercepat

Dalam kunjungannya ke Desa Amohalo di Konawe Selatan dan Kelurahan Lepo-Lepo di Kendari, Mentan juga menginstruksikan percepatan perbaikan infrastruktur pertanian yang rusak akibat banjir.

Pemerintah turut mengerahkan 20 traktor tangan dan lima mesin pemanen (combine harvester) untuk membantu pemulihan aktivitas pertanian di wilayah terdampak.

Amran meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) segera memperbaiki tanggul jebol dalam waktu satu minggu agar penanganan banjir bisa lebih cepat dilakukan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat untuk memastikan penanganan korban banjir dan pemulihan sektor pertanian berjalan maksimal di Sulawesi Tenggara.

Penulis :
Aditya Yohan