HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Siap Beri Subsidi Jika Harga Pangan Impor Melebihi HET

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Siap Beri Subsidi Jika Harga Pangan Impor Melebihi HET
Foto: (Sumber: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Aria Ananda).)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah siap memberikan subsidi apabila harga pangan impor seperti kedelai melampaui harga eceran tertinggi (HET) di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Kita akan jaga, kalau harga itu melampaui HET, tentu pemerintah akan turun tangan memberikan subsidi,” kata Zulkifli Hasan usai meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul potensi kenaikan harga komoditas pangan impor akibat pelemahan rupiah.

Berdasarkan data perdagangan, nilai tukar rupiah pada Selasa (12/5/2026) ditutup melemah 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.532 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.496 per dolar AS.

Sementara itu, data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan mencatat harga rata-rata nasional kedelai impor mencapai Rp13.607 per kilogram atau naik 0,19 persen dibanding hari sebelumnya.

Pemerintah Siapkan Intervensi Harga

Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan pemerintah dapat melakukan intervensi melalui subsidi distribusi maupun bantuan stabilisasi harga agar masyarakat tidak terbebani.

“Baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, ada anggaran untuk belanja tidak terduga, ada anggaran untuk itu. Jadi disubsidi, apakah ongkosnya atau kah harganya,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah bergerak cepat apabila terjadi lonjakan harga pangan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, percepatan penanganan penting agar kenaikan harga tidak semakin memberatkan masyarakat.

“Kalau lambat nanti ibu-ibunya sudah mogok kan kita repot. Jadi harus cepat. Saya mengajak bupati, gubernur cepat kalau ada masalah di daerahnya. Cepat kita tanggapi bareng-bareng,” katanya.

Pasokan Pangan Nasional Diklaim Aman

Zulhas menambahkan pemerintah pusat juga terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Koordinasi tersebut melibatkan Perum Bulog, Badan Gizi Nasional (BGN), hingga dukungan subsidi transportasi distribusi pangan.

“Yang pusat seperti Bulog kita handle, BGN kita handle, Kementerian Perhubungan terus kita handle, APBN kita handle,” ujar Zulhas.

Dalam peninjauan di Pasar Palmerah, pemerintah memastikan kondisi pasokan pangan nasional secara umum masih aman, termasuk beras, telur, ayam, dan cabai.

Penulis :
Ahmad Yusuf