HOME  ⁄  Ekonomi

BI Sebut Temuan Uang Palsu Turun Drastis dalam Tiga Tahun Terakhir

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BI Sebut Temuan Uang Palsu Turun Drastis dalam Tiga Tahun Terakhir
Foto: (Sumber: Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali (tengah) menyampaikan materi konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa).)

Pantau - Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah temuan uang rupiah palsu mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir dari rasio 5 piece per million (ppm) pada 2023 menjadi mendekati 1 ppm pada April 2026.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan rasio tersebut menunjukkan hanya ditemukan satu lembar uang palsu dari setiap satu juta lembar uang yang beredar.

“Ppm itu piece per million, berarti 5 lembar per 1 juta uang yang beredar. Itu turun, sekarang hingga mendekati 1 (ppm). Jadi setiap 1 juta yang beredar, ditemukan 1 uang palsu,” kata Ricky di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu.

Teknologi Pengaman Uang Rupiah Terus Ditingkatkan

Ricky menjelaskan uang rupiah kini semakin sulit dipalsukan karena penguatan kualitas bahan, teknologi cetak, dan unsur pengaman yang semakin modern.

Menurut dia, penurunan tren temuan uang palsu juga tidak lepas dari sinergi berbagai lembaga dalam Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal).

Lembaga tersebut melibatkan Badan Intelijen Negara, Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan, Mahkamah Agung, hingga Pengadilan Negeri.

Ricky menyebut peningkatan kualitas uang rupiah juga mendapat pengakuan internasional.

Ia mencontohkan Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 meraih penghargaan Seri Uang Terbaik atau Best New Banknote Series pada IACA Currency Awards 2023.

Selain itu, uang pecahan Rp50.000 Tahun Emisi 2022 meraih peringkat kedua dunia sebagai mata uang paling aman dan paling sulit dipalsukan versi BestBrokers pada November 2024.

BI Ajak Masyarakat Kenali Uang Asli dengan Metode 3D

BI menegaskan komitmennya mendukung pemberantasan uang rupiah palsu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Komitmen itu diwujudkan melalui pemeriksaan uang yang diragukan keasliannya menggunakan tenaga ahli dan uji laboratorium.

Ricky juga mengingatkan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah peredaran uang palsu.

Ia mengimbau masyarakat mengenali keaslian uang rupiah melalui metode “3D” yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi uang rupiah dengan menerapkan prinsip “5 Jangan”.

Prinsip tersebut meliputi jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

Penulis :
Ahmad Yusuf