HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan Rusia Percepat Ratifikasi I-EAEU FTA untuk Perluas Akses Produk Ekspor Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Indonesia dan Rusia Percepat Ratifikasi I-EAEU FTA untuk Perluas Akses Produk Ekspor Nasional
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bertemu dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia Denis Manturov dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia–Rusia di Kazan, Rusia 13/5/2026 (sumber: Kemenko Perekonomian)

Pantau - Pemerintah Indonesia dan Rusia membahas perkembangan ratifikasi serta implementasi kerja sama perdagangan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia–Rusia di Kazan, Rusia, yang mempertemukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Wakil Perdana Menteri Pertama Federasi Rusia Denis Manturov.

I-EAEU FTA telah ditandatangani pada 21 Desember 2025 dan saat ini memasuki proses ratifikasi domestik di masing-masing negara.

Airlangga menyampaikan perjanjian perdagangan tersebut akan membuka akses pasar lebih luas bagi berbagai produk prioritas Indonesia di kawasan Eurasia.

“Perjanjian perdagangan dengan EAEU akan memberikan akses pasar, di mana EAEU membuka akses produk prioritas seperti minyak sawit dan turunannya, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, alas kaki, dan furnitur,” ungkap Airlangga.

Pemerintah Indonesia menilai pertemuan tersebut mencerminkan komitmen kuat kedua negara dalam memperkuat kerja sama ekonomi yang konkret, pragmatis, dan saling menguntungkan.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra paling strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda kerja sama prioritas kedua negara,” ujar Airlangga.

Denis Manturov juga menegaskan komitmen Rusia untuk meningkatkan hubungan ekonomi bilateral dengan Indonesia melalui penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Pembahasan Sektor Pertanian dan Energi Jadi Fokus

Kedua negara membahas sejumlah sektor prioritas meliputi pertanian, energi, perdagangan, hingga pengembangan kawasan ekonomi khusus.

Dalam sektor pertanian, pembahasan mencakup akses produk agro Indonesia untuk ekspor ke Rusia, penjajakan impor daging, serta potensi kerja sama pupuk dan fertilizer.

Pembahasan sektor pertanian turut disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Pada sektor energi, pembahasan meliputi rencana pembelian minyak, pengembangan ladang minyak dan gas bumi, perkembangan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, hingga peluang kerja sama energi nuklir.

Pembahasan sektor energi dipaparkan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Yuliot Tanjung.

Ratifikasi Perdagangan dan Persiapan INNOPROM 2026 Dibahas

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan upaya pemerintah dalam mendorong ekspor Indonesia ke Rusia, termasuk perkembangan proses ratifikasi I-EAEU FTA dan implementasi perjanjian perdagangan tersebut.

Indonesia dan Rusia juga membahas rencana kerja sama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Special Economic Zone (SEZ).

Dalam pertemuan tersebut, Denis Manturov turut menanyakan perkembangan persiapan INNOPROM 2026 yang akan menghadirkan Indonesia sebagai partner country.

Pertemuan Co-Chairs SKB Indonesia–Rusia menjadi forum strategis untuk meninjau implementasi hasil pertemuan sebelumnya, membahas perkembangan kerja sama di berbagai sektor prioritas, serta mengevaluasi isu yang masih memerlukan tindak lanjut dalam hubungan ekonomi bilateral kedua negara.

Penulis :
Arian Mesa