HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Cabai Rawit Tembus Rp78.500 per Kg, Telur Ayam Rp33.950 per Kg

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Harga Cabai Rawit Tembus Rp78.500 per Kg, Telur Ayam Rp33.950 per Kg
Foto: (Sumber: Arsip foto - Cabai rawit merah, cabai merah keriting dan komoditas pangan lainnya yang dijual pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp78.500 per kilogram pada perdagangan Kamis pagi pukul 09.45 WIB.

Data harga pangan tersebut dirilis oleh PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia.

Selain cabai rawit merah, harga telur ayam ras tercatat berada di level Rp33.950 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional.

PIHPS juga mencatat harga bawang merah mencapai Rp57.250 per kilogram dan bawang putih Rp44.000 per kilogram.

Harga Beras dan Daging Masih Tinggi

Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp16.050 per kilogram dan kualitas bawah II sebesar Rp15.550 per kilogram.

Sementara itu, beras kualitas medium I berada di harga Rp17.600 per kilogram dan medium II Rp17.100 per kilogram.

Harga beras kualitas super I tercatat Rp19.400 per kilogram, sedangkan kualitas super II mencapai Rp18.650 per kilogram.

PIHPS juga melaporkan harga cabai merah besar berada di level Rp62.350 per kilogram dan cabai merah keriting Rp48.150 per kilogram.

Sedangkan cabai rawit hijau dijual dengan harga Rp37.350 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras segar tercatat Rp44.150 per kilogram.

Harga daging sapi kualitas I mencapai Rp151.900 per kilogram dan kualitas II sebesar Rp145.450 per kilogram.

Minyak Goreng dan Gula Pasir Ikut Dipantau

Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp23.750 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada di harga Rp20.600 per kilogram.

PIHPS juga mencatat harga minyak goreng curah mencapai Rp21.900 per liter.

Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp25.950 per liter dan kemasan bermerek II sebesar Rp23.800 per liter.

Data harga pangan tersebut menjadi acuan pemantauan perkembangan harga kebutuhan pokok nasional di tingkat pedagang eceran.

Penulis :
Aditya Yohan