HOME  ⁄  Ekonomi

Gubernur Bali dan Konjen Tiongkok Bahas Proyek PSEL Berteknologi Tinggi di Denpasar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gubernur Bali dan Konjen Tiongkok Bahas Proyek PSEL Berteknologi Tinggi di Denpasar
Foto: (Sumber: Gubernur Bali Wayan Koster saat terima konjungan Konjen Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng bahas PSEL di Denpasar, Jumat 15/5/2026. (ANTARA/HO-Pemprov Bali).)

Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng, untuk membahas pembangunan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL yang akan dibangun di Bali.

Pertemuan tersebut membahas proyek PSEL yang akan dikerjakan bersama mitra asal Tiongkok, Zhejiang Weiming, setelah dipilih oleh Danantara sebagai pelaksana proyek.

“Saya memimpin langsung prosesnya bersama Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar untuk memastikan semuanya berjalan baik hingga peletakan batu pertama pada Juli mendatang,” kata Wayan Koster dalam keterangan Pemprov Bali di Denpasar, Jumat.

Koster mengatakan proses finalisasi dokumen dan administrasi proyek saat ini masih berjalan tanpa hambatan.

Ia menyebut proses pematangan lahan juga sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.

PSEL Ditargetkan Rampung Oktober 2027

Menurut Koster, proyek tersebut menjadi fasilitas PSEL berteknologi tinggi pertama di Bali sehingga seluruh proses pembangunan diawasi secara ketat oleh pemerintah daerah.

“Karena ini pertama kali adanya PSEL berteknologi tinggi di Bali, saya mengawasi ketat seluruh prosesnya, sesuai rencana, pengerjaan berlangsung selama 15 bulan dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027,” ujarnya.

Ia berharap fasilitas pengolahan sampah itu mampu mengatasi persoalan sampah di Denpasar dan Badung sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih dan modern.

Bali dan Tiongkok Dinilai Punya Kedekatan Budaya

Selain membahas proyek PSEL, Koster juga menyinggung hubungan Bali dan Tiongkok yang dinilai telah terjalin sejak lama melalui kedekatan sejarah dan budaya.

Menurut dia, sejumlah tempat suci di Bali memiliki unsur pemujaan terhadap dewa-dewi Tiongkok sehingga mencerminkan adanya hubungan budaya yang kuat.

“Di sejumlah tempat suci di Bali ada pemujaan terhadap dewa-dewi Tiongkok, secara kultural, masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki nilai-nilai yang cukup mirip dengan budaya Tiongkok,” kata Koster.

Penulis :
Ahmad Yusuf