HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.630 per Dolar AS Usai Pertemuan Xi Jinping dan Trump Soroti Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.630 per Dolar AS Usai Pertemuan Xi Jinping dan Trump Soroti Iran
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye..)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada Senin pagi melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipicu sentimen global setelah pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dinilai belum menghasilkan solusi konkret terkait konflik AS-Iran.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan dolar AS terjadi di tengah aksi jual berbagai aset global akibat kekhawatiran investor terhadap situasi geopolitik.

“Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global pada hari Jumat (15/5), dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua aset, termasuk obligasi, saham, crypto, dan mata uang oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran,” ungkap Lukman.

Konflik Iran dan Kenaikan Harga Minyak Jadi Sorotan

Dalam pertemuan tersebut, China mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz dengan tetap mempertahankan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga menyatakan pihaknya terus mendorong perdamaian dan mendukung perundingan guna meredakan konflik.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut proses mediasi dengan Amerika Serikat masih menghadapi jalan sulit karena rendahnya tingkat kepercayaan terhadap Washington.

Araghchi menegaskan Iran tetap berkomitmen pada jalur diplomasi meski kondisi gencatan senjata masih belum stabil.

Sementara itu, Donald Trump disebut masih mempertimbangkan langkah lanjutan terhadap Iran karena negosiasi terkait program nuklir belum mencapai kesepakatan.

Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp17.550-Rp17.650

Ketidakpastian geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia dan memperkuat sentimen negatif di pasar keuangan global.

“Kedua negara dan dunia menginginkan perang berakhir, namun sepertinya sulit bagi Iran melepas ambisi nuklir mereka, sehingga dalam pertemuan Xi dan Trump lebih banyak membahas hubungan kedua negara,” kata Lukman.

Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.650 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf