
Pantau - Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing dinilai memberikan sinyal positif bagi pemulihan ekonomi global dan peluang bisnis internasional.
Pertemuan tersebut mendapat pujian dari institusi global, pakar ekonomi, dan praktisi media internasional.
CEO Sinogie Consulting Group Australia Bruce McLaughlin mengatakan hubungan China dan Amerika Serikat memengaruhi perdagangan bilateral, kepercayaan pasar global, serta stabilitas rantai industri dan pasokan di kawasan Asia-Pasifik.
Direktur Departemen Komunikasi Dana Moneter Internasional atau IMF Julie Kozack menilai dialog tingkat tinggi antara dua ekonomi terbesar dunia sangat penting.
“Tentu saja, sangat penting bahwa dua ekonomi terbesar di dunia terlibat di tingkat tertinggi,” kata Julie Kozack.
Ia menilai segala upaya yang membantu mengurangi ketegangan dan ketidakpastian perdagangan akan berdampak baik bagi ekonomi global.
Hubungan China-AS Dinilai Pengaruhi Stabilitas Dunia
Mantan penasihat Pusat Inovasi Michigan-China Tom Watkins menyebut masyarakat dan pemimpin dunia tidak menyukai ketidakstabilan dan ketidakpastian karena investasi membutuhkan stabilitas.
“Sudah sepatutnya para pemimpin kita masing-masing menyediakan sebuah arena permainan yang solid di kedua sisi Pasifik, sehingga semua dapat makmur dan tumbuh dalam damai,” ujar Watkins.
Menurut Watkins, China dan Amerika Serikat memiliki peluang kerja sama besar di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), teknologi hijau, dan perubahan iklim.
Bruce McLaughlin menilai stabilitas global saat ini semakin bergantung pada pengaturan perdagangan dan investasi yang terbuka, stabil, dan berbasis aturan.
Ia menyebut hubungan China-AS dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan jaringan rantai pasokan internasional.
McLaughlin mengatakan hubungan China-AS yang stabil dapat membantu mengurangi biaya akibat fragmentasi rantai pasokan serta meningkatkan investasi bisnis dan kepercayaan pasar.
Kunjungan Trump ke China Jadi Sorotan Internasional
Kunjungan Donald Trump ke China menarik perhatian internasional karena Washington dan Beijing sedang berupaya menstabilkan hubungan bilateral di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Jurnalis senior Pantai Gading Mohamadi Compaore menilai peningkatan kerja sama Beijing dan Washington dapat membantu menstabilkan ekonomi global, mengamankan rantai pasokan, dan mengurangi volatilitas pasar komoditas internasional.
Menurut Compaore, hubungan China-AS yang terus berkembang dapat membuka peluang baru bagi Afrika di sektor infrastruktur, energi, pertambangan, dan manufaktur.
Kolumnis The Philippine Star Wilson Lee Flores mengatakan kawasan Asia-Pasifik akan diuntungkan jika kekuatan besar bersaing secara ekonomi namun tetap bekerja sama menjaga perdamaian.
Flores menilai hubungan China-AS yang konstruktif akan mengurangi ketidakpastian dan mendorong investasi, pariwisata, pertukaran pendidikan, kerja sama ilmiah, dan pertumbuhan regional.
Donald Trump mengakhiri kunjungan kenegaraannya ke China pada Jumat 15 Mei 2026.
Kunjungan tersebut menjadi kunjungan presiden Amerika Serikat pertama ke China dalam sembilan tahun terakhir sekaligus kunjungan kedua Donald Trump sejak November 2017.
- Penulis :
- Gerry Eka





