HOME  ⁄  Ekonomi

BI Sebut Pertumbuhan Utang Luar Negeri Indonesia Melambat pada Triwulan I 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BI Sebut Pertumbuhan Utang Luar Negeri Indonesia Melambat pada Triwulan I 2026
Foto: (Sumber: Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai Press Statement Pemusnahan Uang Palsu di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Rizka Khaerunnisa..)

Pantau - Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan utang luar negeri atau ULN Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami perlambatan dengan rasio terhadap produk domestik bruto atau PDB turun menjadi 29,5 persen.

Posisi ULN Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 433,4 miliar dolar Amerika Serikat atau tumbuh 0,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan IV 2025 sebesar 1,9 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan ULN dipengaruhi sektor publik dan sektor swasta.

ULN Pemerintah Tumbuh Lebih Rendah

Ramdan menjelaskan posisi ULN pemerintah pada triwulan I 2026 mencapai 214,7 miliar dolar AS atau tumbuh 3,8 persen secara tahunan.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 yang mencapai 5,5 persen.

"Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada SBN internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia," kata Ramdan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menurut BI, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Pemanfaatan ULN pemerintah diarahkan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, administrasi pemerintahan dan pertahanan, jasa pendidikan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan.

BI mencatat ULN pemerintah didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.

ULN Swasta Mengalami Penurunan

Sementara itu, posisi ULN swasta pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 191,4 miliar dolar AS atau menurun dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 194,2 miliar dolar AS.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,8 persen.

Penurunan terjadi pada kelompok lembaga keuangan dan perusahaan nonkeuangan yang masing-masing mengalami kontraksi 3,6 persen dan 1,3 persen secara tahunan.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian.

Bank Indonesia memastikan struktur ULN Indonesia tetap sehat karena didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"Peran ULN juga terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," ujar Ramdan.

Penulis :
Aditya Yohan