
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga LPG subsidi 3 kilogram tidak mengalami perubahan meskipun nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman menegaskan harga LPG subsidi tetap dipertahankan dan tidak ada rencana penyesuaian dalam waktu dekat.
"Belum ada perubahan. Harga LPG subsidi tetap, enggak ada," ungkap Laode.
Laode juga memastikan harga LPG subsidi maupun bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan berubah hingga akhir tahun 2026.
"Kan sudah diumumkan Pak Menteri. Sampai akhir tahun tidak berubah," ujar dia.
Kebijakan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Rupiah Melemah di Tengah Sentimen Global
Nilai tukar rupiah pada Senin pagi tercatat melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.597 per dolar AS.
Meski kurs rupiah mengalami tekanan, Laode memastikan mekanisme impor LPG dan minyak masih berjalan normal.
Dalam kesempatan itu, pemerintah menegaskan pasokan energi nasional tetap aman dan tidak terdampak langsung oleh pelemahan mata uang domestik.
Sentimen Perang AS-Iran Tekan Rupiah
Analis mata uang Lukman Leong menjelaskan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global yang memicu aksi risk off di pasar keuangan.
Menurut dia, pasar merespons negatif hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Lukman menilai pertemuan tersebut belum memberikan solusi jelas terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
"Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global pada hari Jumat, dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua aset, termasuk obligasi, saham, crypto, dan mata uang oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran," kata Lukman.
Dalam pertemuan tersebut, China disebut menganjurkan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali dengan tetap mempertahankan gencatan senjata.
Donald Trump juga menyatakan belum yakin kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dapat segera tercapai.
Negosiasi terkait program nuklir Iran dan konflik yang sedang berlangsung hingga kini masih terus berlanjut tanpa penyelesaian.
Berdasarkan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.650 per dolar AS.
- Penulis :
- Arian Mesa





