
Pantau - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor tetap tenang dan mengatur strategi investasi di tengah koreksi signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada perdagangan Senin.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik meminta investor tetap memperhatikan fundamental investasi dan tidak panik menghadapi kondisi pasar yang bergejolak.
Ia mengatakan, "Tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing".
Ketidakpastian Global Tekan Pergerakan IHSG
Jeffrey menjelaskan kondisi pasar saham saat ini sangat dinamis dengan tingkat ketidakpastian yang masih cukup tinggi akibat sentimen global maupun domestik.
Ia mengatakan, "Karena kondisi pasar sangat dinamis, ketidakpastiannya masih cukup tinggi".
Menurutnya, koreksi IHSG terjadi seiring pelemahan bursa saham di kawasan Asia dan global yang dipicu ketidakpastian geopolitik berkepanjangan.
Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan harga minyak dunia dan mendorong potensi tren suku bunga tinggi serta inflasi global.
Jeffrey mengatakan, "Di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia juga mengalami koreksi. Dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini".
Ia menilai pergerakan pasar saham Indonesia masih sejalan dengan kondisi pasar global meski ketidakpastian domestik masih cukup tinggi.
Jeffrey mengatakan, "Jadi saya rasa masih inline dengan global market, tetapi memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi".
IHSG Ditutup Melemah 1,85 Persen
Berdasarkan data penutupan perdagangan Senin sore, IHSG ditutup melemah 124,08 poin atau 1,85 persen ke level 6.599,24.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.570.311 transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 31,99 miliar lembar saham.
Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp20,71 triliun.
Sebanyak 125 saham mengalami kenaikan harga, sementara 616 saham turun dan 79 saham lainnya stagnan.
Pada sesi I perdagangan pukul 11.04 WIB, IHSG sempat melemah hingga 320,76 poin atau 4,77 persen ke posisi 6.402,56.
- Penulis :
- Arian Mesa





