
Pantau - Bursa Efek Indonesia mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 124,08 poin atau 1,85 persen ke posisi 6.599,24 pada perdagangan Senin sore di tengah meningkatnya sikap defensif investor terhadap ketidakpastian pasar global dan domestik.
Indeks LQ45 turut mengalami pelemahan sebesar 6,79 poin atau 1,03 persen ke posisi 651,09.
IHSG dibuka melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan perdagangan.
Pengamat pasar modal Reydi Octa mengatakan pergerakan IHSG sepanjang pekan ini masih berpotensi volatil dengan kecenderungan melemah.
"Untuk pekan ini, IHSG masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan sideways melemah. Sentimen global masih akan sangat dominan, namun peluang technical rebound tetap terbuka apabila tekanan jual asing mulai mereda dan big caps perbankan kembali stabil," ungkap Reydi.
Sentimen Global dan Domestik Tekan Pasar
Reydi menyebut pelemahan IHSG dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang membuat investor cenderung mengurangi risiko di pasar saham.
Dari sisi global, pasar dibayangi ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat, tensi geopolitik, dan tekanan di negara berkembang.
Sementara dari dalam negeri, investor mencermati capital outflow, pelemahan rupiah, serta kekhawatiran terhadap likuiditas dan volatilitas sejumlah saham.
Investor asing juga disebut masih bersikap defensif terhadap saham-saham big caps yang sebelumnya menopang indeks.
Reydi mengatakan investor asing masih menunggu stabilitas pasar global dan kepastian arah kebijakan moneter.
"Sebagian dana saat ini mulai beralih ke instrumen yang lebih defensif seperti obligasi pemerintah, emas, dolar AS, hingga saham-saham defensif berbasis dividen dan komoditas. Investor cenderung mencari aset yang lebih aman," ujarnya.
Seluruh Sektor Melemah
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini.
Sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan paling dalam sebesar 5,58 persen.
Sektor barang baku turun 5,30 persen.
Sektor industri melemah 3,65 persen.
Di sisi lain, saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain DYAN, BLUE, BPTR, SMKL, dan GSMF.
Sementara saham dengan pelemahan terbesar tercatat pada DSSA, TPIA, APIC, KONI, dan WBSA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.570.311 transaksi.
Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 32,02 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp20,71 triliun.
Sebanyak 125 saham mengalami kenaikan harga.
Sebanyak 616 saham mengalami penurunan harga.
Sebanyak 79 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Bursa saham regional Asia juga mayoritas mengalami pelemahan.
Indeks Nikkei turun 662,29 poin atau 1,08 persen.
Indeks Shanghai turun 3,86 poin atau 0,09 persen.
Indeks Hang Seng melemah 287,55 poin atau 1,11 persen.
Sementara Indeks Straits Times menguat 8,67 poin atau 0,17 persen.
- Penulis :
- Leon Weldrick





