
Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi kembali melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.743 per dolar Amerika Serikat dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.706 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan pasar keuangan global dan tingginya permintaan terhadap mata uang dolar AS.
Tekanan Rupiah Masih Dipengaruhi Sentimen Global
Pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi kondisi eksternal, termasuk arus modal asing dan dinamika pasar global.
Sebelumnya, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah juga dipicu tingginya permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor, pembayaran dividen luar negeri, dan faktor musiman lainnya.
Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus memantau perkembangan nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pasar Menanti Kebijakan Bank Indonesia
Pelaku pasar saat ini menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait arah kebijakan suku bunga acuan atau BI-Rate.
Sejumlah analis memperkirakan Bank Indonesia masih akan fokus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar dan penguatan instrumen moneter.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan optimistis pelemahan rupiah tidak akan berlangsung lama seiring masuknya dana asing ke pasar obligasi Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





