HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.743 per Dolar AS akibat Ekspektasi Sikap Hawkish The Fed

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.743 per Dolar AS akibat Ekspektasi Sikap Hawkish The Fed
Foto: (Sumber : Arsip foto - Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/pri..)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.743 per dolar Amerika Serikat dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.706 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap sikap hawkish Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed.

"Ekspektasi terhadap sikap hawkish dari The Fed terus mendominasi pasar keuangan domestik, menyebabkan rupiah melemah," ujar Josua di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, ekspektasi tersebut juga tercermin dari kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat di seluruh tenor.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun tercatat naik 8 basis points menjadi 4,67 persen.

Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor panjang mencapai level tertinggi sejak 2007.

IHSG Turut Tertekan akibat Sentimen Global

Selain menekan rupiah, sentimen global tersebut juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun 3,46 persen.

Penurunan IHSG juga dipengaruhi aksi jual investor setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan penghapusan sejumlah perusahaan dari indeksnya pekan lalu.

Di sisi lain, pasar saat ini masih menunggu pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia untuk periode Mei 2026.

Josua memperkirakan Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points menjadi 5,00 persen demi menjaga stabilitas rupiah.

Langkah tersebut dipandang perlu karena nilai tukar rupiah telah melemah sekitar 5,73 persen secara year to date hingga 19 Mei 2026.

"Hari ini, rupiah diperkirakan akan berada di kisaran Rp17.650–Rp17.800 per dolar AS," ungkap Josua.

Pasar Tunggu Keputusan BI Rate

Pelaku pasar kini menantikan keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait arah kebijakan moneter di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027.

Penulis :
Ahmad Yusuf