HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.318 Setelah BI Rate Naik dan Pasar Cermati Kebijakan Prabowo

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.318 Setelah BI Rate Naik dan Pasar Cermati Kebijakan Prabowo
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 52,18 poin atau 0,82 persen ke posisi 6.318,50 pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, di tengah respons pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dan pidato Presiden Prabowo Subianto terkait arah kebijakan fiskal RAPBN 2027.

Indeks LQ45 juga turun 4,14 poin atau 0,65 persen ke posisi 630,68.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan IHSG bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

“IHSG bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan sebelum akhirnya ditutup melemah,” ungkap Ratna Lim.

IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona negatif sejak sesi pertama hingga penutupan perdagangan.

Pelaku pasar merespons pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027.

Presiden menyampaikan rencana pemerintah untuk mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam dilakukan melalui perusahaan BUMN yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal.

Presiden juga menginstruksikan Himpunan Bank Milik Negara untuk menurunkan suku bunga kredit bagi masyarakat kecil.

BI Rate Naik di Atas Ekspektasi Pasar

Di sisi lain, Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Mei 2026.

Kenaikan BI Rate tersebut berada di atas ekspektasi konsensus pasar yang sebelumnya memperkirakan level 5 persen.

Kebijakan Bank Indonesia itu turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,29 persen ke level Rp17.654 per dolar AS.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor mengalami pelemahan sepanjang perdagangan.

Sektor barang baku atau basic materials menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 4,60 persen.

Sektor transportasi dan logistik turun 4,34 persen.

Sektor energi melemah 2,63 persen.

Mayoritas Saham dan Bursa Asia Ikut Terkoreksi

Saham-saham dengan penguatan terbesar yaitu LCKM, SURE, APIC, INTD, dan MORA.

Saham-saham dengan pelemahan terbesar yaitu RELI, TPIA, WBSA, ASPR, dan SMMT.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.476.561 kali transaksi.

Volume perdagangan mencapai 41,12 miliar lembar saham.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp22,35 triliun.

Sebanyak 208 saham mengalami kenaikan.

Sebanyak 483 saham mengalami penurunan.

Sebanyak 126 saham tidak mengalami perubahan harga.

Bursa saham regional Asia juga mayoritas melemah pada perdagangan hari ini.

Indeks Nikkei turun 808,59 poin atau 1,34 persen ke posisi 59.742,00.

Indeks Shanghai turun 7,35 poin atau 0,18 persen ke posisi 4.162,18.

Indeks Hang Seng turun 146,73 poin atau 0,57 persen ke posisi 25.651,12.

Indeks Straits Times turun 26,54 poin atau 0,52 persen ke posisi 5.045,80.

Penulis :
Arian Mesa