HOME  ⁄  Ekonomi

Program Mandiri Benih Dinilai Jadi Solusi Atasi Kelangkaan Benih Pertanian

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Program Mandiri Benih Dinilai Jadi Solusi Atasi Kelangkaan Benih Pertanian
Foto: (Sumber : Petani menujukkan bibit padi sebelum ditanam di area persawahan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (27/4/2026). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan mengalokasikan 2.300 ton benih padi gratis melalui Program Mandiri Benih dalam menjaga ketahanan pangan di daerah itu pada 2026. ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU (ANTARA FOTO/HASRUL SAID).)

Pantau - Kementerian Pertanian dinilai perlu memperkuat Program Mandiri Benih untuk mengatasi kelangkaan benih unggul dan menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Program tersebut sebelumnya dijalankan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan sejak 2015 dengan tujuan mendorong kelompok tani dan penangkar lokal memproduksi benih secara mandiri di daerah masing-masing.

Benih disebut menjadi faktor strategis dalam peningkatan produksi pertanian karena benih padi unggul bermutu mampu berkontribusi hingga 40-60 persen terhadap hasil produksi.

Pemerintah juga telah mengatur perlindungan penggunaan benih melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Budidaya Pertanian Berkelanjutan.

Program Mandiri Benih Dorong Kemandirian Petani

Program Mandiri Benih memberikan bantuan sarana produksi kepada kelompok tani berupa benih sumber, pupuk, pestisida, hingga alat pengemasan benih.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan fasilitas gudang benih, lantai jemur, alat angkut benih, serta pelatihan produksi benih padi.

Dalam pelaksanaannya, satu unit Program Mandiri Benih diberikan untuk satu kelompok tani dengan luasan lahan sekitar 10 hektare.

Dari luasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan minimal 30 ton benih berkualitas untuk memenuhi kebutuhan benih pertanian di wilayah sekitar.

Produksi Benih Capai Puluhan Ribu Ton

Sejak diluncurkan pada 2015, Program Mandiri Benih telah berkembang menjadi 1.313 unit di lahan penangkaran seluas 13.130 hektare.

Rata-rata produksi calon benih mencapai 2,62 ton per hektare atau setara dengan total 34.361 ton benih padi.

Jumlah tersebut mampu memenuhi kebutuhan benih untuk lahan pertanian seluas sekitar 1,3 juta hektare.

Di Majalengka, Jawa Barat, Kelompok Tani Gangsa I menjadi salah satu contoh keberhasilan program tersebut.

Tokoh penangkar benih Nasihin yang merupakan mantan penerima Program Mandiri Benih kini mampu memproduksi benih padi hingga 1.200 ton per tahun.

Penulis :
Ahmad Yusuf