
Pantau - Badan Gizi Nasional atau BGN Wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah menerapkan skema penyerapan pangan lokal secara terjadwal untuk 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG mulai Triwulan II 2026 guna memperkuat distribusi pangan bergizi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya.
“Skema terjadwal ini bukan hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat,” ungkap Marsel Asyerem.
Ia mengungkapkan program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Pada periode Januari hingga Maret 2026, penyerapan pangan lokal hanya dilakukan satu kali dalam seminggu.
Setelah evaluasi dilakukan, frekuensi penyerapan ditingkatkan menjadi dua hari tanpa nasi dalam satu pekan dengan sistem terjadwal.
Skema tersebut diterapkan untuk memastikan pangan lokal seperti ubi, singkong, dan keladi dapat terserap secara optimal.
BGN juga mengatur jadwal pemberian menu pangan lokal di seluruh SPPG agar penyerapan berjalan merata dan pasokan gizi bagi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis atau MBG tetap terjaga.
Jadwal Penyerapan Pangan Lokal di 14 SPPG
Pada hari Senin dan Selasa, menu pangan lokal disediakan oleh SPPG Siriwini 01, Siriwini 02, Siriwini 03, serta SPPG Gerbang Sadu.
Pada hari Rabu dan Kamis, menu pangan lokal dijalankan oleh SPPG Lani, Nabarua, Oyehe, serta Kalisusu 01 dan 02.
Sementara pada hari Jumat dan Sabtu, menu pangan lokal disiapkan oleh SPPG BMW 01 dan 02, Girimulyo, Kalibobo, serta Yaro.
BGN Nabire mewajibkan seluruh SPPG membeli bahan pangan langsung di pasar tanpa melalui perantara.
Pembelian bahan pangan diprioritaskan kepada pedagang orang asli Papua atau OAP.
Penyerapan pangan lokal dipusatkan di tiga pasar utama yakni Pasar Sore KPR, Pasar Kalibobo, dan Pasar Karang.
Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Lokal
Langkah tersebut dilakukan untuk memperpendek rantai distribusi pangan sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang lokal, terutama pedagang OAP.
Menurut BGN, penyerapan pangan lokal yang dilakukan secara rutin memungkinkan anggaran negara langsung berputar di tengah masyarakat.
Manfaat ekonomi dari program tersebut diharapkan dapat dirasakan petani, peternak, hingga pedagang kecil di Kabupaten Nabire.
BGN Nabire optimistis kebijakan tersebut mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kampung.
Program penyerapan pangan lokal terjadwal itu juga mendapat dukungan penuh dari Koordinator Regional Papua Tengah, Nalensius Situmorang.
- Penulis :
- Leon Weldrick





