
Pantau - Kementerian Pertanian Republik Indonesia memastikan sebanyak 39.861 batang bibit kelapa di Sulawesi Utara siap disalurkan kepada petani setelah melalui proses verifikasi lapangan untuk mendukung hilirisasi perkebunan, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, "Sebanyak 39.861 batang bibit kelapa di Sulawesi Utara siap disalurkan kepada petani setelah melalui proses verifikasi lapangan."
Program tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan komoditas kelapa dan program hilirisasi nasional.
Verifikasi Bibit dan Pengawasan Lapangan
Mentan Amran sebelumnya melakukan kunjungan ke lokasi pembibitan kelapa di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado pada awal Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Amran menegaskan inspeksi lapangan dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal.
"Sidak dimaksudkan bukan untuk mencari kesalahan tetapi untuk memperbaiki dan mengurangi kesalahan," ungkap Amran.
Amran menegaskan apabila ditemukan ketidaksesuaian antara program dan kondisi lapangan maka perbaikan harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian negara maupun merugikan petani penerima bantuan.
Pengawalan program dilakukan melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Utara.
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan, Fadjry Djufry mengatakan pihaknya langsung melakukan verifikasi ulang jumlah dan kondisi bibit di lapangan.
"BRMP bersama seluruh pihak terkait bergerak cepat melakukan verifikasi ulang jumlah dan kondisi bibit di lapangan. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan program bantuan pemerintah berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi petani," kata Fadjry.
Bibit Dipastikan Sehat dan Layak Tanam
Verifikasi dilakukan di dua lokasi pembibitan yakni Kelurahan Bengkol, Kota Manado dan Desa Suwaan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara.
Hasil verifikasi bersama penyuluh dan instansi terkait mencatat sebanyak 39.861 batang bibit siap salur hingga 16 Mei 2026.
Kementan memastikan bibit kelapa yang akan disalurkan telah memenuhi standar mutu, sehat, dan layak tanam.
Tim verifikasi juga memeriksa bibit yang sebelumnya terdampak serangan hama Brontispa sp.
Hasil pengamatan menunjukkan kondisi bibit membaik setelah dilakukan pengendalian hama.
Perbaikan kondisi bibit ditandai dengan munculnya daun muda, daun terbuka normal, tidak ada gejala serangan hama, serta kondisi bibit yang lebih segar dan sehat.
Fadjry mengatakan arahan Menteri Pertanian menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, tata kelola bantuan pemerintah, dan pengembangan komoditas kelapa di Sulawesi Utara.
"Perbaikan dan pengawalan program harus terus dilakukan agar bantuan pemerintah benar-benar berkualitas, akuntabel, dan mampu mendukung peningkatan produksi serta kesejahteraan petani," ujar Fadjry.
Kepala BRMP Sulawesi Utara, Steivie Karouw mengatakan pendampingan terus dilakukan untuk memastikan bibit benar-benar layak tanam.
"Pengawalan dilakukan mulai dari verifikasi jumlah bibit, pengecekan kondisi pertumbuhan tanaman, hingga memastikan bibit yang disalurkan benar-benar sehat dan layak tanam," kata Steivie.
Koordinasi dengan instansi terkait akan terus diperkuat agar penyediaan bibit berjalan optimal serta bibit bebas dari hama dan penyakit tanaman.
- Penulis :
- Shila Glorya





