
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan asosiasi industri memberikan respons positif terhadap pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau DSI yang disiapkan sebagai bagian dari tata kelola baru ekspor komoditas sumber daya alam.
Airlangga menyampaikan pernyataan tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat.
Ia mengatakan asosiasi industri memahami tujuan pembentukan DSI dan mulai mempersiapkan implementasi kebijakan tersebut.
“Responsnya positif. Jadi para asosiasi memahami dan mempersiapkan untuk implementasi,” ungkap Airlangga.
Meski demikian, Airlangga menyebut para pelaku industri turut memberikan masukan terkait pentingnya transparansi dan kejelasan struktur badan baru tersebut.
“Yang mereka minta tentu transparansinya dan kejelasan dari badan pengatur BUMN yang baru,” katanya.
Saat ditanya mengenai kesiapan operasional DSI termasuk lokasi kantor perusahaan, Airlangga tidak memberikan penjelasan rinci.
“Nah itu kan Danantara kan kantornya besar,” ujarnya.
Penunjukan Luke Mahony Jadi Sorotan
Airlangga juga menanggapi penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai pimpinan DSI yang menurutnya merupakan urusan internal Danantara Indonesia.
Ia berharap Luke dapat segera membentuk jajaran manajemen yang solid untuk mendukung operasional perusahaan baru tersebut.
“Kita tidak berkomentar, tetapi kita berharap bahwa segera bisa dibentuk manajemen yang solid. Mudah-mudahan pas,” kata Airlangga.
Luke Thomas Mahony merupakan warga negara Australia yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia.
Luke juga diketahui menjabat sebagai Senior Executive Vice President Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025.
Pemerintah Gandeng Asosiasi Pengusaha
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pihaknya telah menggelar pertemuan dengan berbagai asosiasi pengusaha untuk mendengarkan masukan terkait pembentukan DSI.
Asosiasi yang dilibatkan antara lain Kadin, Apindo, asosiasi kelapa sawit, APBI, dan asosiasi batu bara.
“Tadi meeting, nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, Kadin, Apindo, asosiasi sawit, APBI, batu bara semua. Kita juga sekaligus sosialisasi, jadi kita mulai jam 4 sore,” ungkap Rosan.
Pembentukan DSI muncul setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 20 Mei 2026.
Dalam aturan tersebut, pemerintah menetapkan BUMN sebagai eksportir tunggal untuk komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy.
“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal,” ujar Prabowo.
- Penulis :
- Arian Mesa





