
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong karya fotografi jurnalistik Indonesia agar mampu menembus pameran tingkat global melalui penguatan kapasitas fotografer profesional dan akses pembiayaan bersama Pewarta Foto Indonesia atau PFI.
Riefky menilai subsektor fotografi menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia karena tidak hanya berfungsi sebagai medium dokumentasi dan karya jurnalistik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia mengatakan, "Bukan hanya tentang karya visual, tetapi juga bagaimana keterampilan dan kreativitas terkait dengan kekayaan intelektual bisa tumbuh menjadi kekuatan yang mampu membuka lapangan kerja berkualitas dan memperluas kontribusi investasi dari subsektor fotografi".
Kolaborasi Kemenekraf dan PFI
Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia atau Kemenekraf menyatakan siap berkolaborasi dengan PFI untuk meningkatkan kapasitas fotografer dari berbagai daerah di Indonesia.
Kolaborasi tersebut ditujukan agar para fotografer dapat berkembang dari tingkat nasional hingga mampu menembus pameran internasional.
Sebelumnya, Direktorat Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf juga telah melakukan berbagai aktivasi untuk mendukung subsektor fotografi nasional.
Dukungan tersebut di antaranya berupa fasilitas tempat pameran foto "Rekam Jakarta" di Cemara 6 Galeri pada Agustus 2025.
Kementerian juga hadir dalam pameran foto Satu Dekade PFI Bogor pada September 2025.
Riefky mengatakan, "Melalui kolaborasi, kita dapat mengkurasi karya berkualitas, memperkuat ekosistem, dan memastikan subsektor fotografi mendapat dukungan konkret dalam pengembangan ekonomi kreatif".
PFI Sebut Dukungan Pemerintah Sangat Strategis
Ketua Umum PFI Dwi Pambudo menyebut dukungan pemerintah menjadi langkah strategis untuk memperluas peran pewarta foto di Indonesia.
Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk peningkatan kapasitas, profesionalisme, dan pengembangan ekosistem fotografi jurnalistik nasional.
Dwi mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan PFI dapat membangun ekosistem fotografi jurnalistik Indonesia menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia menyebut PFI telah berkontribusi mendukung kemajuan subsektor fotografi nasional melalui karya jurnalistik yang mampu bersaing di tingkat global.
Karya pewarta foto Indonesia juga disebut telah mendapat pengakuan internasional melalui ajang World Press Photo.
Dwi mengatakan, "Ke depan, kami berharap bisa terlaksana pameran atau kompetisi tingkat nasional yang terwujud nyata terkait fotografi ini".
PFI Kini Memiliki 800 Anggota di 21 Kota
PFI pertama kali dideklarasikan pada 22 Maret 1992 dengan nama Focus.
Pada 18 Desember 1998, organisasi tersebut berubah nama menjadi Pewarta Foto Indonesia.
Saat ini PFI memiliki sekitar 800 anggota yang tersebar di 21 kota di Indonesia mulai dari Aceh hingga Timika.
- Penulis :
- Arian Mesa





