
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, memiliki peran strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun.
Gibran menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung kawasan industri garam di Rote Ndao bersama sejumlah pejabat terkait.
Ia mengatakan kebutuhan garam nasional masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri sehingga proyek pengembangan kawasan garam dinilai penting untuk mendukung program swasembada pangan pemerintah.
"Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya kepedulian untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya," ungkap Gibran.
Dorong Percepatan Operasional Kawasan Garam
Gibran juga menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan garam agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat sekitar.
Ia menyebut pemerintah ingin proyek tersebut tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi warga lokal melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
"Kita ingin ini segera bisa fungsional ya Pak ya. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect (efek ganda) dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini," ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Wapres juga menyoroti potensi pengembangan sektor rumput laut dan kampung nelayan di wilayah Rote Ndao.
Menanggapi usulan pemerintah daerah, Gibran memastikan kebutuhan penunjang aktivitas nelayan akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.
"Jadi kita ingin nanti di tempat-tempat yang diajukan oleh Bupati, tempat-tempat yang produktif untuk perikanannya harus ada ruang pendinginnya, ada cold storage, ada pabrik esnya untuk slurry ice dan juga nanti di situ ada SPBU khusus untuk nelayan," katanya.
Infrastruktur dan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan
Dalam dialog bersama masyarakat, Gibran juga menerima sejumlah laporan terkait kondisi infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan di Rote Ndao.
Beberapa kebutuhan yang disampaikan masyarakat meliputi revitalisasi puskesmas dan peningkatan fasilitas rumah sakit daerah.
Wapres meminta koordinasi antara pemerintah daerah dan kementerian terkait terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk berharap proyek strategis nasional tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak pembangunan kawasan tambak garam.
Paulus menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh program pemerintah pusat yang dinilai berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Beliau ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang menganggarkan anggaran cukup besar, ini harus bisa berjalan dengan baik sehingga rakyat di Rote Ndao terutama yang terdampak dengan K-SIGN ini bisa menikmati hasil dari pembangunan ini," ujar Paulus.
Dalam kunjungan kerja tersebut turut hadir Melki Laka Lena, A. Koswara, dan Firmansyah.
- Penulis :
- Arian Mesa





