
Pantau - Kementerian Perdagangan mencatat potensi transaksi produk makanan dan minuman Indonesia mencapai Rp230 miliar dalam ajang Food and Hotel Asia (FHA) 2026 di Singapura.
Nilai tersebut terdiri dari kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau sekitar Rp54,5 miliar serta potensi transaksi lanjutan sebesar 10,3 juta dolar AS atau setara Rp177 miliar.
Produk yang diminati meliputi madu, bumbu organik, produk pertanian, mi instan sehat, camilan organik, produk perikanan, susu, rempah-rempah, hingga aneka makanan dan minuman lainnya.
"Hadirnya produk makanan dan minuman Indonesia menjadi kesempatan memperluas akses pasar Indonesia ke industri horeka dunia. Partisipasi kali ini juga untuk mempererat hubungan pelaku usaha Indonesia dengan para buyer Singapura," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.
Puluhan UMKM Ikut Pameran Internasional
Paviliun Indonesia dalam pameran FHA 2026 menampilkan produk dari 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain UMKM, terdapat juga 13 perusahaan menengah dan besar Indonesia yang turut memamerkan produk makanan, minuman, pertanian, dan perikanan.
Atase Perdagangan RI di Singapura Billy Anugrah mengatakan partisipasi pelaku usaha Indonesia dalam pameran internasional menjadi langkah strategis memperluas pasar ekspor.
"Produk makanan dan minuman Indonesia merupakan salah satu tulang punggung industri Indonesia yang menyokong ekspor Indonesia dalam lima tahun terakhir. Hadirnya pelaku usaha Indonesia pada pameran internasional menjadi wujud promosi berkelanjutan untuk industri makanan dan minuman Indonesia dalam menembus pasar ekspor," ujar Billy.
Ekspor Makanan dan Minuman Terus Tumbuh
Kemendag mencatat ekspor produk makanan dan minuman Indonesia pada 2025 mencapai 44,96 miliar dolar AS atau tumbuh sekitar 2,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Khusus pasar Singapura, pertumbuhan ekspor makanan dan minuman Indonesia meningkat hingga 49,1 persen secara tahunan.
Sepanjang Januari-Maret 2026, total perdagangan Indonesia dan Singapura tercatat sebesar 7,78 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia mencapai 2,94 miliar dolar AS.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





