HOME  ⁄  Ekonomi

Nindya Karya Bangun Tambak Garam Rote Ndao, Target Perkuat Swasembada Garam Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Nindya Karya Bangun Tambak Garam Rote Ndao, Target Perkuat Swasembada Garam Nasional
Foto: (Sumber : Arsip - Garam rakyat di Cirebon, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman..)

Pantau - PT Nindya Karya (Persero) tengah mengerjakan proyek pembangunan tambak garam perdana di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui program Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang ditujukan untuk memperkuat swasembada garam nasional dan meningkatkan produktivitas industri garam dalam negeri.

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah mengatakan proyek yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi daerah sekaligus memperkuat daya saing industri garam nasional.

“Melalui proyek ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas, membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah, serta memperkuat daya saing Indonesia ke depan,” ujarnya.

Kapasitas Produksi Ratusan Ribu Ton per Tahun

Tambak garam di Rote Ndao dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun dengan sistem pengelolaan terintegrasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas garam sekaligus efisiensi produksi.

Firmansyah menjelaskan proyek tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, baik sebagai petani garam maupun tenaga pelaksana proyek, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ia menambahkan pembangunan infrastruktur strategis tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Kami meyakini bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden," ungkapnya.

Wapres Soroti Pentingnya Swasembada Garam

Pada 22 Mei 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi proyek bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara dan Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres menegaskan kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya oleh produksi dalam negeri.

“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya kepedulian untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” kata Gibran.

Selain mendukung pemenuhan kebutuhan garam nasional, Wapres juga meminta percepatan operasional kawasan agar manfaat ekonomi dan lapangan kerja dapat segera dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.

Penulis :
Aditya Yohan