HOME  ⁄  Nasional

Komisi IV DPR Dorong Hilirisasi Garam Bali melalui Produk Spa dan Kosmetik Bernilai Tambah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Komisi IV DPR Dorong Hilirisasi Garam Bali melalui Produk Spa dan Kosmetik Bernilai Tambah
Foto: Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Panggah Susanto (tengah).

Pantau - Komisi IV DPR RI mendorong penguatan hilirisasi komoditas garam di Bali agar tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku konsumsi, tetapi juga dikembangkan menjadi produk spa, kosmetik, dan kesehatan yang memiliki nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Unit Yasa Segara di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/7).

DPR Nilai Bali Punya Potensi Besar

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengatakan, “Sekarang ini kita sedang meninjau salah satu pengembangan yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu memanfaatkan produksi garam rakyat untuk kosmetik dan kesehatan. Tadi kita melihat kawasan ini memang merupakan daerah wisata, sehingga sangat cocok dikembangkan sebagai daya tarik tambahan melalui spa yang memanfaatkan garam untuk produk kosmetik,” ujarnya.

Menurut Panggah, pemerintah perlu memperkuat dukungan terhadap standardisasi mutu, pengolahan, pengemasan, pemasaran, dan hilirisasi agar nilai ekonomi garam rakyat terus meningkat.

Ia menilai langkah tersebut dapat memberikan manfaat lebih besar bagi petambak garam, koperasi, kelompok perempuan pesisir, hingga pelaku UMKM.

Marine Spa Jadi Etalase Produk Hasil Laut

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI meninjau Gerai Marine Spa binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dikelola Koperasi Unit Yasa Segara.

Gerai yang direnovasi pada 2019 itu menyediakan layanan spa sekaligus memasarkan berbagai produk biofarmakologi hasil laut.

Staf Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Resti, mengatakan, “Gerai Marine Spa ini bukan hanya untuk jasanya saja, tetapi juga menjadi tempat menampilkan produk-produk biofarmakologi hasil laut, seperti garam, lulur rumput laut, dan sabun rumput laut. Produk-produk tersebut merupakan hasil kelompok binaan, termasuk dari Nusa Penida, meskipun saat ini pemasarannya masih dalam skala kecil,” jelasnya.

Komisi IV DPR RI menilai model pengembangan tersebut memiliki prospek untuk mengintegrasikan potensi sumber daya kelautan dengan sektor pariwisata sekaligus memperluas pasar produk hasil laut Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka