
Pantau - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menyatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pusat industri furnitur dan kerajinan dunia melalui kekayaan sumber daya alam, budaya, serta ekosistem industri yang terus berkembang.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menyampaikan di Jakarta bahwa sektor mebel dan kerajinan Indonesia memiliki nilai tambah tinggi karena melibatkan proses desain, produksi, hingga kreativitas sebelum masuk pasar ekspor.
Industri ini juga disebut sebagai sektor padat karya yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja di berbagai rantai produksi mulai dari petani kayu hingga tenaga pemasaran.
Potensi Besar dan Dampak Ekonomi Industri Furnitur
HIMKI menilai industri furnitur dan kerajinan memiliki efek berganda besar terhadap perekonomian nasional karena terhubung dengan sektor kehutanan, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, hingga ekonomi kreatif.
Produk furnitur Indonesia juga disebut sebagai representasi identitas bangsa di pasar internasional karena membawa cerita tentang bahan baku, keterampilan, budaya, dan kemampuan industri nasional.
Abdul Sobur menegaskan pentingnya penguatan ekosistem industri melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga riset, pembiayaan, asosiasi, dan pelaku pasar.
Strategi Global dan Penguatan Ekosistem Industri
HIMKI turut menghadiri Annual General Meeting World Furniture Confederation 2026 di Nankang, Jiangxi, China yang menunjukkan bahwa persaingan industri global kini berbasis ekosistem terintegrasi.
Nankang disebut sebagai contoh ekosistem industri furnitur yang mencakup bahan baku, mesin, logistik, desain, pendidikan vokasi, pembiayaan, perdagangan digital, hingga dukungan pemerintah.
Kementerian Perindustrian menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur global melalui strategi hilirisasi kayu berkelanjutan dan peningkatan daya saing industri.
Industri furnitur dan kerajinan Indonesia yang telah hadir di lebih dari 120 negara itu juga dinilai memiliki nilai pasar global lebih dari 736,21 miliar dolar Amerika Serikat.
Dalam lima tahun ke depan, Indonesia ditargetkan tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga unggul dalam desain dan keberlanjutan untuk memperkuat posisi di pasar dunia.
- Penulis :
- Arian Mesa





