
Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan bahwa perayaan Waisak di kawasan Candi Mendut dan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi kegiatan ibadah umat Buddha tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah sekitar.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pengunjung pada perayaan tersebut memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan, homestay, rumah makan, dan pelaku usaha kuliner di wilayah Magelang.
Dampak Ekonomi pada Sektor Pariwisata dan Usaha Lokal
Irene Umar menuturkan bahwa pengunjung Waisak tidak hanya beribadah tetapi juga melakukan aktivitas ekonomi seperti berbelanja dan menikmati kuliner lokal di sekitar kawasan Borobudur.
Ia menyebut bahwa pada perayaan tahun sebelumnya tingkat okupansi hotel meningkat tajam hingga dirinya mengalami kesulitan mendapatkan penginapan dan harus melakukan pemesanan jauh hari sebelumnya.
Ia menilai kondisi tersebut sebagai tantangan positif atau happy problem karena menunjukkan tingginya minat wisatawan untuk menghadiri perayaan Waisak di Magelang.
Efek Berantai dan Harapan Pengembangan Wisata
Ia juga menyampaikan bahwa homestay di sekitar kawasan Borobudur turut terisi penuh seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang pada periode perayaan.
Menurutnya, dampak ekonomi serupa juga terlihat pada berbagai kegiatan dan festival di wilayah Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Magelang yang turut menggerakkan sektor pariwisata.
Irene Umar menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong agar kegiatan keagamaan dan budaya dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini menunjukkan potensi besar pengembangan ekonomi kreatif berbasis event keagamaan dan budaya di Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya





