
Pantau - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan penugasan pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional.
DSI memperoleh mandat khusus dari pemerintah untuk mengelola dan mengawasi transaksi ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam strategis.
Pada tahap awal, komoditas yang menjadi fokus pengelolaan meliputi batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy.
Dony mengatakan, "Tadi disampaikan dengan sangat jelas di pihak kami, di PT Danantara Sumberdaya Indonesia, tentu kita memastikan, yang pertama, bahwa perusahaan ini akan berjalan sesuai dengan governance yang baik, transparan, accountable."
Menurutnya, transparansi menjadi faktor utama agar tujuan pembentukan DSI dapat tercapai tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Dony mengatakan, "Ini menjadi patokan utama kita karena kita tidak mau nanti satu niat yang baik, kalau dikelolanya tidak baik, nanti menjadi problem."
Operasional DSI Dibagi dalam Dua Tahap
Dony menjelaskan operasional DSI akan dijalankan melalui dua tahap implementasi.
Tahap pertama berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026.
Pada periode tersebut, DSI akan berperan sebagai penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas ekspor tertentu.
Tahap kedua ditargetkan dimulai pada Januari 2027.
Dalam tahap tersebut, DSI akan membeli komoditas dari eksportir domestik untuk kemudian menjualnya ke pasar internasional.
Dony menilai pemerintah menerapkan masa transisi secara hati-hati agar pelaksanaan program berjalan lancar.
Ia mengatakan, "Pemerintah tentu sangat bijaksana di dalam mengimplementasikan program ini karena ada masa transisi 6 bulan, kurang lebih 7 bulan dari 1 Juni sampai dengan 31 Desember."
Libatkan Pelaku Usaha dalam Masa Transisi
Selama masa transisi, DSI akan membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pihak yang dilibatkan antara lain pemerintah, pelaku usaha, serta pengusaha komoditas yang terkait dengan aktivitas ekspor.
DSI juga akan membahas penentuan patokan harga bersama pemerintah dan pelaku usaha untuk mendukung implementasi kebijakan yang efektif.
Dony mengatakan, "Tentu kita juga berharap keberadaan Danantara Sumberdaya Indonesia ini memberikan manfaat juga untuk para pengusaha."
Ia menambahkan, "Dalam tahapan transisi selama 6 bulan itu kan banyak diskusi yang akan kita lakukan, termasuk juga mengenai penentuan patokan harga yang nanti akan kita diskusikan dengan pemerintah dan juga dengan seluruh pelaku usaha."
Pemerintah berharap pembentukan DSI dapat memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis nasional sekaligus memberikan manfaat bagi negara dan dunia usaha melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi yang terbuka.
- Penulis :
- Gerry Eka





