
Pantau - Bangunan modular dan prefabrikasi buatan China semakin diminati di berbagai negara karena menawarkan proses pembangunan yang lebih cepat, biaya lebih rendah, serta dampak lingkungan yang lebih kecil dibandingkan metode konstruksi konvensional.
Tren tersebut terlihat dari meningkatnya permintaan global terhadap rumah dan bangunan prefabrikasi yang diproduksi perusahaan-perusahaan China.
Salah satu contohnya datang dari Anna, warga China yang tinggal di Perth, Australia, yang berencana membangun rumah tambahan di halaman belakang tempat tinggalnya.
Anna tertarik setelah melihat rumah prefabrikasi lipat buatan China yang dapat dirakit hanya dalam beberapa jam.
Rumah seluas sekitar 70 meter persegi tersebut sudah dilengkapi kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, jendela, dan lampu.
Harga rumah itu sekitar 12.500 dolar Australia, jauh lebih murah dibandingkan biaya pembangunan oleh kontraktor lokal yang umumnya melebihi 100.000 dolar Australia.
Anna mengatakan, "Rumah buatan China ini cepat dibangunnya dan hemat biaya. Sulit untuk tidak tertarik dengannya."
Menurut Anna, pembangunan menggunakan kontraktor lokal juga memerlukan waktu tunggu hingga enam bulan sebelum pekerjaan dimulai.
Ekspor Melonjak dan Permintaan Global Meningkat
Minat terhadap bangunan modular China juga terlihat di Rusia.
Seorang agen perdagangan Rusia bernama Mark mencari unit prefabrikasi China untuk kliennya dalam sebuah pameran perumahan di Guangzhou.
Mark mengatakan, "Unit ini sangat diminati di objek-objek wisata Rusia. Para pengunjung datang hanya untuk berfoto."
Data industri menunjukkan ekspor bangunan prefabrikasi China meningkat dari 1,47 miliar dolar AS pada 2015 menjadi sekitar 4,34 miliar dolar AS pada 2025.
Pada kuartal pertama 2026, ekspor tersebut masih tumbuh 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pasar utama ekspor meliputi Amerika Serikat, Indonesia, Malaysia, Rusia, dan Australia.
Menurut pelaku industri, permintaan di negara maju didorong tingginya biaya tenaga kerja dan material konstruksi.
Sementara itu, negara berkembang menghadapi keterbatasan rantai pasok, tenaga kerja terampil, dan efisiensi manajemen proyek sehingga solusi prefabrikasi menjadi semakin menarik.
Teknologi Modular Percepat Konstruksi dan Kurangi Emisi
Salah satu proyek yang menarik perhatian dibangun oleh Broad Group di Pulau Mindanao, Filipina, pada Oktober 2024.
Gedung apartemen 12 lantai dengan 24 unit hunian tersebut selesai dibangun hanya dalam sembilan hari.
Dengan metode konstruksi konvensional, proyek serupa biasanya membutuhkan waktu antara 12 hingga 18 bulan.
Proyek itu menggunakan sistem bangunan modular Holon yang bekerja seperti menyusun balok Lego.
Wakil Manajer Umum Holon, Li Shun, mengatakan, "Kami ingin meminimalkan pekerjaan di lokasi agar proyek tetap sesuai jadwal dan memastikan kualitas hasil."
Menurut Li Shun, sekitar 95 persen pekerjaan dilakukan di pabrik dan hanya 5 persen yang dikerjakan di lokasi proyek.
Broad Group telah menginvestasikan lebih dari 1 miliar dolar AS selama satu dekade untuk mengembangkan teknologi bangunan modularnya.
Salah satu inovasi utama yang dikembangkan adalah pelat B-core yang menggunakan baja tahan karat dan tabung inti khusus.
Material tersebut diklaim lebih tahan terhadap gempa bumi dan topan serta memiliki umur pakai hingga 20 kali lebih lama dibandingkan beton bertulang.
Material itu juga disebut mampu mengurangi emisi karbon sebesar 80 hingga 90 persen dibandingkan metode konstruksi konvensional.
Industri Diproyeksikan Terus Bertumbuh
Pertumbuhan industri prefabrikasi China turut didukung berbagai insentif dari pemerintah pusat dan daerah.
Kebijakan tersebut mendorong pembangunan modular yang lebih cerdas, hemat energi, dan rendah karbon.
Presiden Asosiasi Sirkulasi Material Bangunan China, Qin Zhanxue, mengatakan, "Pasar prefabrikasi China berkembang pesat."
Ia menambahkan, "Pada 2026, tingkat pertumbuhan tahunan gabungan diperkirakan akan melampaui 15 persen, didorong oleh kebijakan, permintaan pasar, dan teknologi."
Ke depan, Broad Group berencana membangun gedung Holon setinggi 1.037 meter dengan 258 lantai di luar negeri pada 2027.
Desain dan pengujian terowongan angin untuk proyek tersebut telah selesai dilakukan.
Perkembangan tersebut menunjukkan bangunan modular China semakin menjadi alternatif global yang menawarkan kecepatan konstruksi, efisiensi biaya, kualitas terstandar, serta keberlanjutan lingkungan.
- Penulis :
- Gerry Eka





