HOME  ⁄  Ekonomi

Jazz Atas Awan Kembali Meriahkan Dieng Culture Festival 2026 di Dataran Tinggi Dieng

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jazz Atas Awan Kembali Meriahkan Dieng Culture Festival 2026 di Dataran Tinggi Dieng
Foto: (Sumber : Arsip foto - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tiga dari kanan) didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (dua dari kanan) mencukur rambut seorang anak berambut gimbal atas nama Faiza Ahmad Al-Afghani dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025 di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (24/8/2025). ANTARA/Sumarwoto.)

Pantau - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa memastikan pertunjukan Jazz Atas Awan kembali menjadi bagian dari rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) XVI Tahun 2026 yang akan digelar pada 28-30 Agustus 2026 di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Jazz Atas Awan Kembali Masuk Agenda Festival

Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa Alif Faozi mengatakan DCF 2026 mengusung tema "Spirit in Harmony" dan tetap diselenggarakan sesuai kalender nasional karena telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

"DCF tahun ini tetap sesuai kalender penyelenggaraan nasional karena sudah masuk dalam Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata, sehingga pelaksanaannya pada 28-30 Agustus 2026," kata Alif.

Ia menjelaskan Jazz Atas Awan akan digelar pada malam pertama festival dengan konsep yang sepenuhnya menampilkan musik jazz.

Sementara itu, malam kedua akan diisi pertunjukan musik kolaboratif yang melibatkan berbagai genre dan penampil lainnya.

Menurut Alif, penyelenggara sempat berencana memisahkan Jazz Atas Awan menjadi agenda tersendiri sehingga tidak masuk dalam DCF 2025.

Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, pertunjukan tersebut kembali dimasukkan dalam rangkaian DCF 2026.

"Kami ingin Jazz Atas Awan tetap hidup dan terus dikenal masyarakat. Daripada tidak digelar, tahun ini kami angkat kembali dalam festival sambil mencari peluang agar ke depan dapat diselenggarakan secara mandiri dengan dukungan mitra yang lebih kuat," ujarnya.

Angkat Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Alif mengatakan tema "Spirit in Harmony" dipilih untuk mengajak masyarakat menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Menurutnya, DCF tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata tetapi juga sarana edukasi mengenai pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan di kawasan Dieng.

Panitia juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan DCF 2025, termasuk konsep panggung yang dinilai belum mampu menghadirkan daya tarik visual secara optimal.

Karena itu, DCF 2026 akan menghadirkan konsep yang lebih matang untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.

Selain atraksi budaya dan hiburan, festival ini tetap mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal.

Paket partisipan akan berisi berbagai produk khas daerah seperti batik Banjarnegara, kerajinan bambu, dan purwaceng guna memperluas manfaat ekonomi bagi warga setempat.

Alif menambahkan jumlah peserta kegiatan utama di kompleks Candi Arjuna tetap dibatasi untuk menjaga kelestarian kawasan cagar budaya dan kondisi tanah Dieng yang relatif labil.

"Pembatasan dilakukan untuk menjaga kawasan cagar budaya dan kondisi tanah Dieng yang relatif labil agar festival tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek pelestarian," kata Alif.

Penulis :
Aditya Yohan