
Pantau - Pemerintah Kabupaten Tulungagung memastikan produksi padi pada musim tanam 2026 tetap menunjukkan tren positif dengan surplus beras mencapai 49.985,50 ton, sehingga semakin memperkuat peran daerah tersebut sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan di Jawa Timur.
Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan capaian tersebut saat menghadiri tradisi Labuh Massal di Desa Dukuh.
Ia mengungkapkan, "Tahun ini kita kembali surplus. Bahkan jika ditambah surplus tahun 2025 yang mencapai 94.638,08 ton, maka cadangan pangan daerah dalam kondisi sangat aman".
Berdasarkan data pemerintah daerah, produksi padi hingga April 2026 mencapai 138.688,59 ton gabah kering panen.
Produksi tersebut berasal dari lahan pertanian seluas sekitar 19.841 hektare.
Pemerintah menilai surplus hampir 50 ribu ton tersebut menjadi indikator penting keberhasilan sektor pertanian sekaligus mencerminkan kondisi ketahanan pangan daerah yang kuat.
Produksi Padi Tetap Produktif
Ahmad Baharudin menyatakan sektor pertanian Tulungagung tetap produktif di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani.
Pemerintah daerah menilai hasil tersebut menunjukkan efektivitas berbagai program pendampingan pertanian yang selama ini dijalankan.
Pemkab Tulungagung juga mencatat sejumlah persoalan yang sebelumnya menjadi keluhan petani mulai berangsur teratasi.
Salah satu persoalan yang mulai membaik adalah ketersediaan pupuk yang sebelumnya menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produksi pertanian.
Meski demikian, pemerintah menilai peningkatan produktivitas masih memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang lebih baik.
Kebutuhan utama yang masih menjadi perhatian meliputi perbaikan jaringan irigasi, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta efisiensi biaya produksi pertanian.
Dukungan Sarana Pertanian Masih Dibutuhkan
Kepala Desa Dukuh Cuk Sindu Wiyoso berharap pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian.
Ia mengungkapkan, "Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu kami berharap kebutuhan air dan alat pertanian seperti hand tracktor dapat terus mendapat perhatian".
Menurutnya, penyediaan sarana pengairan dan bantuan alat mekanisasi pertanian menjadi kebutuhan penting bagi petani di wilayahnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung membuka kesempatan bagi kelompok tani untuk mengajukan bantuan alat pertanian melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah dalam jangka panjang.
Tradisi Labuh Massal yang digelar masyarakat Desa Dukuh merupakan warisan budaya agraris yang telah berlangsung secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh petani.
Selain memiliki nilai budaya, tradisi tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang hingga kini masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan di Tulungagung.
Dengan produksi padi mencapai 138.688,59 ton gabah kering panen, luas lahan panen sekitar 19.841 hektare, surplus beras 2026 sebesar 49.985,50 ton, serta surplus 2025 sebesar 94.638,08 ton, Tulungagung semakin memperkuat perannya sebagai lumbung pangan daerah dan penopang ketahanan pangan di Jawa Timur.
- Penulis :
- Leon Weldrick





