HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Kondisi Domestik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Kondisi Domestik
Foto: (Sumber : Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma.)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah hingga menembus level Rp18.015 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi atau turun 0,27 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Tekanan Global Dorong Penguatan Dolar AS

Posisi tersebut menjadi salah satu level terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir sekaligus menembus batas psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipengaruhi penguatan dolar AS yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ia mengungkapkan, “Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah.”

Selain faktor geopolitik, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan pasar turut memperkuat posisi dolar AS.

Data ketenagakerjaan dan indeks aktivitas sektor jasa Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan kinerja ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi.

Kondisi tersebut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sentimen Domestik Dinilai Belum Kuat

Dari sisi domestik, sentimen pasar dinilai belum cukup kuat untuk menopang pergerakan nilai tukar rupiah.

Meski demikian, Lukman memperkirakan pelemahan rupiah berpotensi tertahan oleh langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia.

Ia mengatakan, “Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif.”

Menurut proyeksi tersebut, Bank Indonesia diperkirakan meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS dalam waktu dekat.

Penulis :
Aditya Yohan