HOME  ⁄  Ekonomi

BEI Tegaskan Fundamental Pasar Modal Tetap Kuat Meski IHSG Terkoreksi Dua Hari Berturut-turut

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BEI Tegaskan Fundamental Pasar Modal Tetap Kuat Meski IHSG Terkoreksi Dua Hari Berturut-turut
Foto: Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memberi keterangan pers di BEI, Jakarta, Kamis 4/6/2026 (sumber: ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Pantau - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan fundamental pasar modal Indonesia tetap solid meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dalam dua hari terakhir, dengan pelemahan 4,11 persen pada perdagangan Rabu (3/6/2026) dan berlanjut pada Kamis (4/6/2026) sebelum akhirnya ditutup turun 1,70 persen.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan, "Fundamental pasar kita pada saat ini dalam kondisi yang baik."

Pada perdagangan Rabu, IHSG turun 254,36 poin dari level pembukaan 6.207,10 menjadi 5.941,07 saat penutupan.

Koreksi berlanjut pada Kamis hingga sesi I perdagangan dengan penurunan sebesar 3,48 persen.

Namun, pelemahan IHSG berhasil berkurang pada akhir perdagangan Kamis dan ditutup turun 1,70 persen.

Kinerja Emiten Jadi Penopang Fundamental

Jeffrey mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan keuangan emiten hingga akhir tahun 2025, seluruh perusahaan tercatat membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen.

Pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45 mencatat pertumbuhan laba bersih hampir 30 persen.

Pertumbuhan laba bersih kelompok LQ45 tercatat sebesar 29,9 persen secara tahunan.

Dari sisi distribusi laba, sekitar 80 persen perusahaan tercatat berhasil membukukan laba bersih pada kuartal I 2026.

Angka tersebut menjadi tingkat perusahaan yang mencatat laba bersih tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pada tahun 2020, hanya 63 persen perusahaan tercatat yang membukukan laba bersih.

Sementara itu, pada periode 2021 hingga 2025, persentase perusahaan yang mencatatkan keuntungan berada pada kisaran 73 hingga 76 persen.

Data tersebut menunjukkan semakin banyak perusahaan tercatat yang mampu menghasilkan laba dalam beberapa tahun terakhir.

Jeffrey mengatakan, "Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik. Tentu ini dapat dijadikan landasan untuk mengambil keputusan bagi para investor."

BEI Tingkatkan Transparansi dan Ingatkan Investor Tetap Rasional

Menanggapi isu kepercayaan pasar di tengah koreksi IHSG, BEI menegaskan berbagai reformasi pasar modal terus dilakukan untuk memperkuat kepercayaan investor.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan transparansi pasar.

BEI juga meningkatkan granularitas data yang tersedia bagi investor.

Selain itu, BEI menyediakan informasi terkait konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi atau high shareholding concentration.

Jeffrey menjelaskan, "Dengan kita meningkatkan transparansi, kita meningkatkan granularitas data, kita memberikan informasi terkait high shareholding concentration, itu seluruhnya adalah upaya kita untuk meningkatkan kembali kepercayaan investor kepada pasar kita."

Dari sisi kebijakan, beberapa aturan yang telah disepakati pada tahun sebelumnya masih tetap berlaku.

Kebijakan tersebut antara lain buyback saham tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kebijakan penundaan pelaksanaan short selling juga masih tetap berlaku.

BEI kembali mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan kepanikan pasar.

Investor diminta mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan sebelum berinvestasi.

Investor juga diimbau untuk menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.

Jeffrey menegaskan, "Kami tentu tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada investor untuk dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, dan juga berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor."

BEI menilai koreksi IHSG dalam beberapa hari terakhir tidak mencerminkan pelemahan fundamental perusahaan-perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia.

Data pertumbuhan laba perusahaan, tingginya persentase emiten yang membukukan laba, serta berbagai upaya peningkatan transparansi pasar menjadi dasar keyakinan BEI bahwa kondisi pasar modal Indonesia tetap kuat.

Penulis :
Shila Glorya