HOME  ⁄  Ekonomi

Ridwan dan Perjuangan Sopir Tangki Menjaga Pasokan BBM hingga Pelosok Sulawesi Selatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ridwan dan Perjuangan Sopir Tangki Menjaga Pasokan BBM hingga Pelosok Sulawesi Selatan
Foto: (Sumber : Seorang sopir mobil tangki BBM yang bekerja di PT Elnusa Petrofin Makassar yang mendistribusikan BBM hingga ke pelosok Sulsel. ANTARA/ Suriani Mappong..)

Pantau - Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan bergantung pada kerja keras para sopir mobil tangki yang setiap hari menempuh perjalanan jauh untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia hingga ke daerah terpencil, termasuk Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Jeneponto.

Ridwan (50), salah satu sopir mobil tangki PT Elnusa Petrofin Makassar, telah menjalani profesi tersebut sejak 2009 dan menjadi bagian dari rantai distribusi energi yang beroperasi tanpa mengenal hari libur.

Mengawal Pasokan BBM Sejak Dini Hari

Setiap hari kerja Ridwan dimulai sebelum matahari terbit saat sebagian besar masyarakat masih beristirahat.

Ia bertugas mengemudikan mobil tangki berkapasitas 8 kiloliter, 16 kiloliter, hingga 24 kiloliter untuk mendistribusikan BBM ke berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.

PT Elnusa Petrofin Makassar saat ini mengoperasikan 83 unit mobil tangki yang melayani kebutuhan BBM dari kawasan perkotaan hingga daerah pelosok.

Ridwan menilai pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga amanah besar untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

“Kalau sukanya, setiap masuk kerja kesehatan kami selalu diperhatikan dengan baik oleh perusahaan. Ada pemeriksaan rutin, ada fasilitas kesehatan, jadi kami merasa dihargai. Tapi dukanya, ya, saat hari besar seperti Lebaran pun kami harus siap turun bekerja dan meninggalkan keluarga di rumah,” ungkapnya.

Tantangan Menjangkau Daerah Terpencil

Perjalanan distribusi BBM tidak selalu mudah karena para sopir harus menghadapi rute panjang dengan kondisi jalan yang beragam.

Untuk rute dalam kota dan wilayah sekitar, seorang sopir dapat melakukan hingga empat kali perjalanan dalam sehari.

Sementara itu, untuk rute luar kota yang berjarak ratusan kilometer, pengemudi umumnya hanya mampu menyelesaikan satu kali perjalanan pulang-pergi karena waktu tempuh yang panjang dan kondisi perjalanan yang melelahkan.

Meski harus bekerja saat hari libur dan hari raya, para awak mobil tangki tetap menjalankan tugas agar pasokan BBM bagi masyarakat tidak terganggu.

Perjuangan para sopir tangki tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi yang dibutuhkan masyarakat dan berbagai sektor ekonomi di Sulawesi Selatan.

Penulis :
Ahmad Yusuf